Malioboro Tetap Ramai meski Ada Revitalisasi

Jalan Malioboro - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
01 April 2018 22:37 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Meskipun revitalisasi sisi barat Malioboro saat ini tengah berlangsung, tapi pendapatan pedagang kaki lima (PKL) di area itu tidak terlalu berpengaruh. Selama long weekend ini mereka meraup banyak keuntungan.

Malioboro sudah terpantau ramai sejak Jumat malam (30/3/2018). Ketika itu jalur pedestrian sisi timur telah padat oleh pejalan kaki. Lalu lintas juga disesaki kendaraan bermotor. Puncak keramaian jatuh pada malam Minggu. Sebaliknya, pada Minggu malam, wisatawan yang hadir tampak sudah mulai berkurang.

Dasir, salah satu pedagang baju di sisi barat Malioboro, mengaku pada Sabtu (31/3/2018), dagangannya laku sampai Rp5 juta. Karena tahu wisatawan sedang banyak-banyaknya, ia buka toko sampai pukul 01.00 WIB. Padahal, di hari biasa, pukul 22.00 WIB ia sudah menutup dagangan.

"Kalau Jumat belum terlalu terasa. Hari ini kayaknya lebih sepi dari Sabtu. Kalau pas malam Minggu jalannya sangat macet," ucap Dasir.

Pendapatannya pada liburan memang jauh berbeda ketika hari biasa. Pada pertengahan pekan atau akhir pekan biasa, dirinya hanya bisa mendapatkan uang sebanyak Rp500.000.

Paria, pedagang baju batik lainnya mengatakan, meski revitalisasi sisi barat sedang berlangsung, tapi pendapatan yang diperoleh ketika long weekend masih terbilang tinggi. Tapi, ia enggan menyebutkan berapa pendapatan yang didapat selama libur Paskah ini.

Ia bersyukur dagangannya laris manis selama tiga hari terakhir, sebab pada Senin (2/4/2018), selasar tempatnya berdagang akan dibongkar. Otomatis Paria akan libur dalam beberapa hari ke depan. Tapi itu tidak membuatnya terlalu kecewa, karena ia yakin saat Malioboro tambah bagus, pendapatannya pun akan semakin bagus.

Naryanto, salah satu personel Jogoboro, mengakui selama long weekend ini wisatawan yang berkunjung memang lebih ramai. "Malioboro pada dasarnya memang selalu ramai, tapi kalau ada liburan pasti akan jauh lebih ramai."