Lebih Hemat, Bantul Kembangkan Budi Daya Ikan Matlair

Kepala DP2KP Bantul Pulung Haryadi./Harian Jogja - David Kurniawan
11 April 2018 16:10 WIB David Kurniawan Bantul Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul terus menggalakkan program budi daya ikan hemat lahan dan air atau yang dikenal dengan istilah matlair.

Hingga saat ini, budi daya ikan matlair tersebar di enam lokasi. Namun untuk tahun ini akan ditambah di sebelas lokasi baru di wilayah Bantul.

Kepala DP2KP Bantul Pulung Haryadi mengatakan program matlair merupakan jawaban atas makin sempitnya lahan di wilayah Bantul. Menurut dia, program ini sangat efektif untuk budi daya ikan seperti lele, nila hingga gurameh.

“Inti dari matlair bisa membudidayakan ikan di lahan yang sempit karena hanya butuh area berdiameter dua meter sudah bisa beternak ikan dengan baik,” kata Pulung kepada wartawan, Rabu (11/4/2018).

Menurut dia, teknologi yang dikembangkan dalam program matlair dengan menggunakan sistem bioflog dengan bentuk kolam melingkar. Cara ini dinilai efektif untuk pengembangan karena prosesnya dapat optimal.

“Dengan kolam berbentuk lingkaran ikan akan terus bergerak sehingga pakan yang diberikan tidak ada yang terbuang percuma,” ujarnya.

Dikatakan Pulung, model budi daya matlair mulai diperkenalkan sejak tahun lalu, dengan membuka enam demplot. Namun untuk tahun ini akan diperluas di sebelas kecamatan di Bantul.

“Untuk pengembangan kami gunakan teknik sekolah lapangan sehingga kelompok bisa langsung belajar sehingga nanti bisa dikembangkan secara mandiri,” tutur dia.

Ditambahka dia, untuk proses pemeliharaan tidak berbeda jauh dengan budi daya di kolam konvensional. Namun dengan matlair, proses budi daya tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga biaya produksi pembuatan kolam bisa ditekan.

“Yang tak kalah penting, kolam bioflog dalam program matlair bisa bertahan hingga sepuluh tahun,” kata Pulung.

Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan DP2KP Bantul Istriyani mengatakan proses budi daya ikan dengan sistem matlair lebih efektif. Hal ini disebabkan dalam budi daya ini, selain membutuhkan lahan yang sedikit, upaya pemeliharaan juga tidak butuh banyak air seperti pengembangan di kolam konvensional.
“Sehingga biaya produksi yang dikeluarkan bisa ditekan,” katanya.

Menurut dia, untuk satu kolam dengan diameter dua meter, bisa digunakan untuk memelihara ikan sebanyak 2.800  ekor. “Lahan yang dibutuhkan tidak luas, tapi sudah bisa digunakan memelihara ikan yang banyak,” ujarnya.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia