3 Pintu Ditutup, Perolehan Retribusi Pantai Glagah Melonjak

Pengendara sepeda motor melintas di dekat pintu masuk Pantai Glagah yang ditutup, Selasa (10/4 - 2018). Harian Jogja/Beny Prasetya
11 April 2018 13:15 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Penutupan tiga pintu masuk menuju Pantai Glagah justru memberikan keuntungan bagi Dinas Dariwisata (Dispar) Kulonprogo. Perolehan retribusi masuk objek wisata justru meningkat. Hal ini terjadi karena semua wisatawan yang masuk dapat terjaring dan dikenai retribusi. Kebocoran retribusi yang selama ini terjadi justru bisa ditekan.

Salah seorang petugas retribusi di Pantai Glagah, Agus Subiyanta, menyatakan setelah tiga pintu masuk Pantai Glagah yang tersebar di tiga titik ditutup, pendapatan retribusi di pintu masuk utama yang berlokasi di Dusun Glagah, Desa Glagah, meningkat signifikan. "Sebelum tiga pintu ditutup, wisatawan yang masuk melalui pintu utama hanya berkisar 1.000 hingga 2.000 wisatawan. Saat ini jumlah wisatawan yang melewati pintu utama melonjak hingga 4.000 wisatawan," ujarnya, Selasa (10/4/2018).

Pada long weekend akhir Maret lalu, Pantai Glagah dikunjungi 5.746 wisatawan. Bahkan dalam kurun sepekan terakhir, wisatawan yang masuk ke Pantai Glagah mencapai sekitar 7.000 orang. "Pendapatan retribusi juga naik sekitar 20% diukur dengan total pendapatan saat masih ada empat pintu masuk ke Pantai Glagah," katanya.

Bendahara Dispar Kulonprogo, Ruri Atmini Retno Sobichah, menyatakan kenaikan pendapatan Pantai Glagah meningkat karena wisatawan yang masuk Pantai Glagah terjaring di pintu masuk utama. "Kebocoran yang sering terjadi bisa ditekan dengan diberlakukannya satu pintu," ucapnya, Selasa.
Menurutnya, penutupan pintu masuk di Dusun Bebekan, Logede, dan Sangkertan merupakan upaya untuk memberikan jaminan keamanan bagi wisatawan, menyusul dimulainya proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Banyaknya truk dan alat berat yang lalu lalang di lokasi pembangunan bandara dapat membahayakan wisatawan. "Minimal banyak debu yang mengganggu wisatawan," katanya.