Pemagaran IPL Dimulai, Warga-Polisi Saling Dorong

Sejumlah warga mencoba menghalangi pemasangan pagar bandara di Dusun Sidorejo, Desa Glagah, Rabu (11/4 - 2018).Harian Jogja/Uli Febriarni
11 April 2018 14:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pelaksana proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) kembali memasang pagar di lahan Izin Penetapan Lokasi, Rabu (11/4/2018).

Sebelumnya pelaksana proyek juga memasang pagar di sebelah utara Pantai Glagah, tepatnya bagian ujung timur lokasi pembangunan landas pacu, Selasa (10/4/2018).

Pada Rabu, pemasangan pagar dilakukan tak jauh dari rumah salah satu warga penolak NYIA yang masih bertahan, tak jauh dari Jalan Daendels yang sudah ditutup. Pemagaran yang melibatkan ratusan aparat Polres Kulonprogo itu mendapat penolakan dari sejumlah warga dan sukarelawan. Selain melemparkan beberapa jumput beras kepada petugas yang  berjaga, mereka juga berteriak dan menangis. Polisi dan warga sempat saling dorong ketika sejumlah pekerja proyek memasang pagar. "Monggo, ibu, bapak, tolong mundur supaya pekerja proyek bisa bekerja memasang pagar," kata Kabagops Polres Kulonprogo Kompol Sudarmawan kepada warga di sela-sela pengamanan, Rabu.

Akibat aksi saling dorong, sejumlah perempuan yang merupakan warga menangis, dan beberapa warga lainnya meneriakkan takbir.  "Ini lahan kami, tetap kami pertahankan. Lahan ini bukan untuk bandara," kata seorang warga.

Manajer Proyek Angkasa Pura Properti Untuk Pemagaran, Arif Budiman, menerangkan, total panjang pagar yang harus dipasang di IPL NYIA mencapai sekitar 16.000 meter. Menurutnya, masih ada sekitar 400 meter sisa lahan yang belum terpagari karena masih adan warga yang bertahan.