Polisi, Akademisi dan FKUB DIY Deklarasikan Antihoaks

Ilustrasi hoaks. - JIBI
12 April 2018 08:50 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DIY dan Polda DIY menyelenggarakan saresehan di Ruang Student Lounge, Kampus II, Thomas Aquinas, UAJY, Rabu (11/4/2018). Kegiatan itu digelar untuk menyikapi potensi radikalisme yang terjadi di tengah masyarakat. Di sela-sela acara juga diselingi dengan deklarasi antihoaks.

Rektor UAJY Gregorius Sri Nurhartanto menyatakan pentingnya semua pihak untuk mencegah terjadinya konflik lokal berlatar belakang peradaban. Baik berupa konflik etnis, budaya, maupun agama yang berpotensi menghancurkan NKRI. Selain itu kemampuan untuk menyaring masuknya peradaban asing dalam hal ini sangat diperlukan. "Karena ketika sebuah bangsa lemah dalam menyaring peradaban asing, maka jati diri bangsa juga akan goyah," terangnya dalam rilis kepada Harianjogja.com, Rabu (11/4/2018).

Kasubdit Bintibluh Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda DIY AKBP Sinungwati mengatakan salah satu potensi yang dapat merusak sendi kerukunan adalah hoaks. Menurutnta, hoaks amat potensial merusak tatanan masyarakat, melahirkan pelanggaran hukum, serta berpotensi menyulut intoleransi yang bisa menghancurkan masyarakat dan bahkan bangsa. Hoaks sendiri dapat mengobarkan intoleransi yang merupakan bibit radikalisme.

"Dari radikalisme bisa berkembang menjadi terorisme dan akhirnya akan menjelma menjadi gerakan separatis yang berkehendak membangun negara dan bangsa sendiri yang terpisah dengan NKRI," kata dia.

Dalam pertemuan ilmiah itu, FKUB maupun kepolisian dan UAJY sepakat untuk mendeklarasikan gerakan anti hoaks. Mengingat potensi negatif yang ditimbulkan. Deklarasi dilakukan di akhir saresehan ini dikumandangkan oleh para anggota FKUB dan Polda DIY. (*)