Mahasiswa Vokasi STTNAS Ciptakan Alat Peraga Elektrik dan Pneumatik

Mahasiswa program vokasi dan dosen STTNAS menunjukkan alat peraga elektrik pneumatik. - Ist STTNAS
12 April 2018 22:50 WIB Bhekti Suryani Sleman Share :

Harianjogja.com,SLEMAN- Pendidikan vokasi (sebelumnya dikenal Program Diploma) STTNAS Jogja dengan Prodi Teknik Elektro dan Teknik Mesin menyiapkan peserta didik menjadi tenaga ahli profesional.

STTNAS menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan teknologi maupun seni budaya sebagai upaya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, peradaban masyarakat, sekaligus memperkaya kebudayaan nasional.

Lulusan Program Vokasi STTNAS Teknik Elektro dan Teknik Mesin diarahkan untuk menguasai kemampuan dalam bidang kerja tertentu sehingga dapat diserap sebagai tenaga kerja di industri/swasta, lembaga pemerintahan maupun berwiraswasta secara mandiri.

"inti pengajaran pada program pendidikan vokasi lebih mengutamakan keterampilan dan keahlian dibandingkan dengan kuliah teori," kata Kepala Vokasi STTNAS, Tugino melalui rilis kepada Harianjogja.com, Kamis (12/4/2018).

Sebagai karya nyata Mahasiswa Program Vokasi, mahasiswa untuk program proyek akhir diarahkan pada pembuatan peralatan yang dapat diterapkan di dunia kerja. Salah satunya adalah Karya Proyek akhir dari mahasiswa berupa alat peraga elektrik pneumatik yang dibuat oleh mahasiswa Program Vokasi bernama Slamet Friadi, Harto Hadi Siswoyo dan Janu Rahmat.

Alat peraga elektrik dan pneumatik tersebut sangat membantu bagi Karyawan perusahaan yang banyak menggunakan sistem elektrik dan pneumatik pada proses di industri. Sejumlah mahasiswa ini dibimbing dosen STTNAS Hasta Kuntara dan Subardi. "Kurikulum Program Vokasi D3 Teknik Elektro dan Teknik Mesin STTNAS mengacu pada standar KKNI yang dalam prosesnya menekankan pada pengembangan praktik atau terapan dibanding yang sifatnya teoritis," kata dia.

Kebutuhan akan kompetensi terapan yang langsung dapat memenuhi kebutuhan industri dilahirkan oleh lulusan pendidikan vokasi. Peserta didik diberikan kemampuan yang dapat memberikan solusi dan pengembangan kreativitas berbasis potensi individu.

Lulusan Program Vokasi D3 Teknik Elektro dan Teknik Mesin selain mendapatkan ijazah Ahli madya juga dibekali dengan sertifikasi Kompetensi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang merupakan perpanjangan tangan dari BNSP. Sertifikasi dikeluarkan setelah melalui proses verifikasi oleh BNSP sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasinal Indonesia (SKKNI) dan standard Mutual Recognice Agreement (M.R.A) yang telah digunakan di Negara-negara ASEAN.

Ditambahkannya alat peraga elektrik dan pneumatik dibutuhkan dalam beragam industri seperti otomotif,kimia, petrokimia, farmasi, kertas dan percetakan. Alat ini juga dibutuhkan untuk bangunan mesin, industri makanan, air minum dan air limbah serta industri kemasan.

Dalam industri-industri tersebut, pneumatik digunakan untuk melakukan fungsi-fungsi seperti mendeteksi keadaan melalui elemen input (sensor), memproses informasi melalui elemen pengolahan (processor), mengalihkan (switching) elemen operasi melalui elemen kendali, serta melakukan pekerjaan dengan menggunakan elemen operasi (drive).

Pengendalian mesin dan sistem memerlukan rangkaian logika yang kompleks dan pengalihan kondisi-kondisi yang akan dibangun. Hal ini dilakukan melalui interaksi sensor, processor, elemen kendali dan drive di pneumatik dan sebagian sistem pneumatik.

Kemajuan teknologi bahan, desain dan metode produksi telah membantu meningkatkan kualitas dan variasi jenis komponen pneumatik, yang memberikan kontribusi untuk digunakan secara luas. (*)