Budidaya Krisan di Kulonprogo Menjanjikan Keuntungan, tapi Petani Sepuh Sulit Terapkan Teknologi

Taman bunga krisan. - Bisnis Indonesia/Wahyu Sulistiyawan
12 April 2018 00:17 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :


Harianjogja.com, KULONPROGO-Sumber Daya Manusia (SDM) petani yang sudah berusia tua, ditengarai menjadi kendala pengembangan budidaya bunga krisan di Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh.

Hal itu dikemukakan oleh Ketua Asosiasi Seruni Menoreh Bunga Potong Kulonprogo, Suharso. Petani yang sudah tua, menurut dia, kebanyakan tidak mampu menerapkan teknologi dalam budidaya. Petani yang usianya di atas 50 tahun, memilih untuk menanam bunga krisan secara tradisional.

"Kalau petani berusia di bawah 50 tahun, secara bertahap menggunakan teknologi. Sehingga hasilnya semakin bagus," kata dia, Rabu (11/4/2018)

Saat ini, kawasan Agrowisata Krisan Gerbosari menggunakan tanah kas desa seluas 1,2 Hektare (Ha). Selain itu didukung tambahan lahan milik warga. Terdapat 120 kubung yang tersebar di lahan-lahan penduduk dan tanah kas desa. Selama ini, petani bunga krisan di Gerbosari memasok bunga krisan ke Wates, Kota Jogja, dan Purworejo setiap Senin dan Kamis.

Meski sudah banyak warga yang melakukan budidaya krisan, tapi petani krisan belum mampu memenuhi permintaan dalam jumlah banyak. Padahal, agrowisata krisan Gerbosari dirancang sebagai gerbang wisata di Bukit Menoreh.

Maka, digagas pengembangan bunga krisan, didukung pengembangan potensi lokal. Tujuannya untuk menggerakan perekonomian warga sehingga mandiri secara ekonomi.

"Permintaan sangat tinggi, tapi hasil produksi sangat terbatas," terangnya.

Kepala Desa Gerbosari, Damar menuturkan, pemerintah desa mendukung masyarakat membudidayakan bunga krisan. Karena akan menggerakkan ekonomi masyarakat dan mendukung perkembangan pariwisata di Kecamatan Samigaluh.

Terdapat puluhan kubung bunga krisan di Gerbosari dengan hasil panen cukup bagus, mampu menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo Bambang Tri Budi, akan menambah luasan lahan bunga krisan di Kecamatan Samigaluh dalam rangka percepatan pengembangan Agrowisata Bunga Krisan.

Sedikitnya ada penambahan dua kubung krisan pada tahun ini, menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, imbuhnya.

Hingga kini sudah ada 86 kubung bunga krisan di Desa Gerbosari, dengan luasan masing-masing kubung yaitu 100 meter persegi. Diperkirakan, setiap tiga bulan sekali, satu kubung mampu menghasilkan keuntungan bersih senilai Rp2 juta.

Menurut dia, budidaya krisan di Kulonprogo harus dikembangkan, baik dari luasan lahan dan pengelolaan. Misalnya dengan cara menata atau mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada.

"Misalnya budidaya krisan di pekarangan rumah. Jadi yang semula tidak tertata menjadi lebih indah, lebih sehat dan lebih produktif," terangnya.