Mahasiswa UIN Suka Belajar Jurnalistik di Harian Jogja

Himpunan Mahasiswa UIN Yogyakarta dari Cilacap (Himmahsuci) melihat proses produksi berita di Harian Jogja, Senin (26/4/2018). - Harian Jogja/Nina Atmasari
16 April 2018 20:37 WIB Nina Atmasari Jogja Share :
Ad Tokopedia


Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 25 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta belajar jurnalistik di Harian Jogja, Senin (16/4/2018). Bukan hanya belajar tentang jurnalisme surat kabar, mereka juga belajar tentang cara menulis yang baik.

Para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa UIN Yogyakarta dari Cilacap (Himmahsuci) ini diterima langsung oleh Pemimpin Redakai Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono. Dari paparan awal tentang produksi media, kegiatan tersebut berkembang menjadi tanya jawab yang menarik.

Salah satu peserta, Assarim Mujamil menanyakan tentang bagaimana cara menulis yang baik. "Bagaimana caranya agar seorang pemula bisa membuat tulisan yang menarik untuk dibaca," tanya mahasiswa jurusan Manajemen Dakwah semester 4 tersebut.

Menjawab pertanyaan tersebut, Anton mengungkapkan kunci menulis yang baik selain bakat adalah latihan yang telaten. "Berlatihlah menjiwai apa yang Anda tulis ajar jadi tulisan yang bisa menyentuh hati pembacanya," jelasnya.

Nauval Akmal, mahasiswa jurusan Hukum menanyakan tentang jenis tulisan yang dimuat di Harian Jogja. Anton menjawabnya dengan tiga jenis berita yakni straight news (berita langsung), soft news atau feature dan indepth news atau berita mendalam yang biasanya berupa laporan investigasi.

Wartawan Harian Jogja, katanya, harus bisa menulis semua jenis berita tersebut. Khusus indepth news, maka redaksi akan membentuk tim yang bertugas untuk membuat sebuah liputan mendalam. Setiap anggota ditugasi menulis dari sisi yang berbeda-beda.

Pertanyaan menarik diungkapkan oleh Mayli Izzatul yakni apakah mengirim tulisan ke Harian Jogja itu berbayar dan apakah semua tulisan yang masuk ke Harian Jogja pasti dimuat?

Menjawab pertanyaan itu, Anton menegaskan berita di Harian Jogja terbuka untuk semua kalangan dan bidang kehidupan tanpa dipungut biaya. Namun, sebuah tulisan yang masuk akan disaring oleh redaksi apakah layak muat atau tidak.

Anton menambahkan wartawan tidak boleh menulis berita bohong. "Wartawan harus menulis sesuai fakta. Perhatikan rambu-rambunya dalam aturan dan etika menulis," pungkasnya.

Ad Tokopedia