Ujung Derita Nenek Tua di Rumah Reyotnya

Senyum Mbah Wagimin (kiri) kian sumringah saat Komandan Satgas TMMD Reguler ke-101 Kodim 0734 Jogja, Letkol Inf Rudy firmansyah datang melihat langsung tahap akhir proses pengerjaan rehab rumah miliknya, beberapa hari lalu. - Ist
17 April 2018 12:20 WIB Arief Junianto Jogja Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA-Wajah tua Mbah Wagimin sontak menegang ketika tahu namanya masuk dalam daftar itu. Nenek berumur 70 tahun memang menjadi satu dari beberapa warga penerima bantuan rehab rumah melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo.

Sejak awal, bukan hal yang aneh jika nama Wagimin masuk dalam daftar warga yang rumahnya bakal dibedah. Betapa tidak, atap yang bocor serta lantai yang masih terbuat dari tanah serta tembok yang belum diplester sudah membuat rumah itu dikatakan sebagai rumah yang tak layak huni. “Belum lagi kalau hujan. Sering bocor dan rembes,” kata Wagimin awal pekan lalu.

Tak heran jika kini dia gembira sekaligus harap-harap cemas, seperti apa nanti rumahnya setelah dibedah oleh tim yang menyebut diri mereka sebagai Satuan Tugas (Satgas) TMMD Kodim 0734 Jogja. “Waktu itu saya belum ngerti dapat bantuan (rehab) rumah atau nggak. Kalau dapat bantuan rumah, ya syukur sekali. Mudah-mudahan dapat,” kata nenek yang tinggal di RT 47 RW 08 Kampung Gambiran, Kelurahan Pandeyan itu.

Ternyata harapannya itu kini terkabul. Namanya masuk dalam daftar penerima bantuan rehab rumah oleh Satgas TMMD.
Kini rumah Wagimin bisa dibilang jauh lebih layak. Tak ada lagi bangunan reyot yang biasa membuat Wagimin kerepotan, terutama saat hujan deras melanda. Yang ada sekarang adalah rumah dengan tembok seperti rumah pada umumnya.

Melihat kondisi rumahnya sekarang, Wagimin nyaris tak bisa berkata-kata. Mulutnya komat-kamit, enta berucap apa. “Saya merasa sangat senang karena rumah saya sudah di perbaiki oleh bapak-bapak tentara. Kalau bukan karena beliau-beliau, tidak mungkin saya bisa memperbaiki rumah saya ini.”

Senyum Wagimin kian sumringah saat Komandan Satgas TMMD Reguler ke-101 Kodim 0734 Jogja, Letkol Inf Rudy firmansyah datang melihat langsung tahap akhir proses pengerjaan rehab rumah milik Mbah Wagimin. “Semoga rumah jadi bagus, bersih, dan sehat mbah bisa tidur dengan nyenyak, ya Mbah,” kata Rudy.

Dia berharap, rehab rumah lainnya pun tak salah sasaran. Seharusnya memang rumah-rumah seperti milik Mbah Wagimin lah yang menjadi sasaran program TMMD.

Kuncinya, kata Rudy ada pada survei awal yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas yang terjun langsung mencari sasaran agar tepat pada sasaran, mulai mendata dari tingkat RT dan RW hingga pemilik rumah.

TMMD tahun ini, kata Rudy ditujukan utamanya untuk mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh dan meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Pelaksanaan TMMD tahun ini dipusatkan di Kelurahan Pandeyan Umbulharjo mulai 4 April hingga 3 Mei 2018.

Beberapa kegiatan fisik yang akan dilakukan, pembangunan talut setinggi tiga meter sepanjang 147 meter di sungai Gajah Wong. Anggota juga melakukan merehab Balai RW dan 10 rumah tidak layak huni (RTHL) serta perbaikan fasilitas MCK.

“Kami juga melakukan kegiatan nonfisik seperti sosialisasi dan penyuluhan pekat dan narkoba, KDRT, menangkal fanatisme sempit agama dan bela negara,” katanya.

Satgas TMMD tahun ini melibatkan 150 personel dari berbagai kesatuan. Mereka akan membaur dengan 100 peserta lainnya dari Ormas dan masyarakat. Seluruh kegiatan TMMD ini mendapat sokonan dana dari APBD Provinsi DIY (Rp100 juta), APBD Pemkot Jogja (Rp728,1 juta) dan PJO TMMD (Rp318,9 juta). “Total dana yang akan digunakan selama program berlangsung sebesar Rp1,14 miliar.”

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia