Ambil Sumpah Dokter, UMY Jadikan Sarana Kesehatan Primer Prioritas

Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY Wiwik Kusumawati. - IST/Humas UMY
17 April 2018 16:10 WIB Sunartono Bantul Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, BANTUL--Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan mengambil sumpah 19 calon dokter dalam Sumpah Dokter UMY LVII di Convention Hall RS PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman, Selasa (17/4/2018).

Target pemerintah untuk mencapai jaminan kesehatan menyeluruh pada awal 2019 menjadi perhatian kedokteran UMY. Peran dokter yang baru diambil sumpahnya sangat dibutuhkan untuk mendukung program tersebut.

Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY Wiwik Kusumawati menjelaskan pada 1 Januari 2019 Indonesia menargetkan untuk mencapai jaminan kesehatan menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat. Perencanaan itu sesuai dengan program World Health Organization (WHO) untuk menginspirasi, memotivasi, dan memandu para pemangku kepentingan agar lebih berkomitmen terhadap jaminan kesehatan menyeluruh.

Akan tetapi, kata dia, dalam implementasi jaminan kesehatan nasional-kartu Indonesia sehat (JKN-KIS) masih ditempa sejumlah kendala mulai dari infrastruktur yang belum merata dan memadai. Ia mencontohkan dari 9.599 puskesmas dan 2.184 rumah sakit rujukan di seluruh Indonesia, sebagian besar masih berpusat di kota-kota besar.

"Sarana kesehatan primer pada 187 kecamatan di wilayah perbatasan juga masih belum terpenuhi, padahal seharusnya sarana kesehatan primer tersebut menjadi skala prioritas pembangunan kesehatan di negara ini," katanya, Senin (16/4/2018).

Wiwik menambahkan jaminan kesehatan menyeluruh tidak sebatas mengobati tetapi juga melakukan upaya kesehatan mulai dari promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan paliatif. Penyedia layanan kesehatan diharapkan tetap mengedepankan promotif dan preventif sehingga orang datang ke rumah sakit bukan karena sakit tetapi untuk menjaga kesehatannya.

Upaya promotif dan preventif bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud dengan tidak mengabaikan tindakan kuratif, rehabilitatif dan paliatif.

"Dan untuk mewujudkan hal tersebut, sarana kesehatan primer juga harus menjadi skala prioritas dalam membangun kesehatan di negeri ini,” jelasnya.

Ketua panitia Sumpah Dokter UMY ke-LVII John Elang Lanang mengatakan peran dokter yang baru dilantik sangat dibutuhkan dalam menyukseskan program Jaminan Kesehatan Menyeluruh. Setelah sumpah itu bukan menjadi akhir dari proses pembelajaran.

Namun awal dari proses yang berkesinambungan sejak dari pendidikan di bangku kuliah hingga saat menjalani profesi sebagai seorang dokter. Ia berharap dokter baru dapat berperan aktif dalam pelaksanaan program pemerintah dan WHO. "Sehingga siapa pun dan di mana pun berhak mendapatkan pelayanan kesehatan sebaik dan semaksimal mungkin,” ujarnya.

John juga berharap para dokter baru tersebut bisa menjadi dokter yang berguna dan bermanfaat di pusat pelayanan primer. Terutama dalam menyehatkan masyarakat Indonesia, sehingga paradigma masyarakat berubah menjadi paradigma sehat.(Sunartono/*)

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia