Maling Ngoceh, 2 Pengedar Pil Sapi Digulung

Kanitreskrim Polsek Ngaglik, Iptu Made Wirawan Suhendra (kanan) menunjukkan barang bukti pil sapi saat jumpa pers di Polsek Ngaglik, Selasa (17/4 - 2018) Harian Jogja/Irwan A.Syambudi
17 April 2018 13:15 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Setelah menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat), aparat Polsek Ngaglik berhasil membekuk dua orang pengedar Trihexyphenidyl atau pil sapi.

Kapolsek Ngaglik, Kompol Danang Kuntadi, menerangkan awalnya jajarannya diminta membantu aparat Polsek Jebres, Solo, Jawa Tengah, menangkap pelaku curat yang bersembunyi di sekitar Museum Monumen Jogja Kembali (Monjali) Kecamatan Ngaglik. Setelah menangkap pelaku pada Jumat (6/4/2018), jajarannya menemukan sejumlah butir pil sapi dari tangan para pelaku.

"Saat penangkapan, kami menemukan sembilan boks Trihexyphenidyl. Dari situ kami kembangkan asal-usul pil tersebut," kata Danang, Selasa (17/4/2018).

Dari hasil pengembangan, polisi meringkus dua orang pelaku berinisial EN, 23, dan EM, 30, di Kecamatan Godean bersama dengan barang bukti sebanyak 3.590 butir pil sapi. Kedua pelaku merupakan pemasok pil sapi kepada pelaku curat yang telah ditangkap. "Kami menganalisis bahwa pelaku curat sebelum beraksi terlebih dulu mengonsumsi pil sapi, mungkin agar lebih berani," ujarnya.

Kanitreskrim Polsek Ngaglik, Iptu Made Wirawan Suhendra, mengatakan penggeledahan, jajarannya tidak hanya menemukan ribuan butir pil sapi, tapi juga uang tunai hasil transaksi sebesar Rp500.000, kartu ATM dan ponsel milik kedua pelaku yang terdapat bukti transaksi.

Untuk sekali transaksi, jual beli pil sapi mencapai Rp2 juta hingga Rp5 juta. Setiap boks pelaku menjual pil seharga Rp30.000. "Kedua pelaku perannya berbeda, yang satu melakukan transaksi dengan pemasok di atasnya, yang satunya membantu mengambil barang dan bertransaksi dengan para konsumen," katanya.