Pameran Investasi, Transaksi di Stan Pegadaian Capai Rp100 Juta

Para pengunjung Pameran Peluang Investasi Perdagangan, Pariwisata dan Produk Pangan Nusantara dan Program Kemitraan Bina Lingkungan, sedang bertransaksi di stan Pegadaian di Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan, Minggu (29/4). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
30 April 2018 05:10 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--PT Pegadaian Area Jogja mampu menghimpun transaksi Rp100 juta dari pengunjung pameran selama empat hari di Jogja Expo Center (JEC) di Banguntapan, Bantul.

Pegadaian ikut berperan dalam Pameran Peluang Investasi Perdagangan, Pariwisata dan Produk Pangan Nusantara dan Program Kemitraan Bina Lingkungan yang berlangsung 26-29 April 2018. Pameran tersebut diikuti 128 stan dari 25 daerah kabupaten dan kota se-Indonesia.

"Sebagian besar pengunjung ke stan kami langsung bertransaksi, terutama soal pembiayaan mikro Amanah atau kredit barang seperti kendaraan," kata Asisten Manajer Penjualan dan Pemasaran Pegadaian Area Jogja Muhammad Badarudin Hariadi, di sela-sela melayani pengunjung di stan Pegadaian, Minggu (29/4/2018).

Badarudin mengaku persiapan untuk mengikuti pameran tersebut sebetulnya mepet karena banyak kegiatan yang tengah dikerjakan Pegadaian. Namun ia bersyukur meski persiapannya mepet masih dapat menggaet banyak pengunjung. Selain transaksi pembiayaan mikro Amanah, hari pertama pameran, stan Pegadaian juga diramaikan dengan pengunjung yang ingin mengikuti lelang barang.

Badarudin menambahkan di tengah kemajuan teknologi informasi, PT Pegadaian juga terus berupaya untuk melakukan trobosan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Saat ini Pegadaian sudah menerapkan strategi layanan berupa Channel Distribution atau akses layanan melalui agen Pegadaian yang didirikan masyarakat atau badan hukum dan menjadi perpanjangan tangan dari Pegadaian.

Selain itu juga ada Digital Service atau akses layanan melalui aplikasi mobile Pegadaian digital service. Layanan tersebut memungkinkan masyarakat mengakses layanan di manapun dan kapanpun tanpa harus mendatangi kantor Pegadaian.

Tidak hanya itu, bahkan berbagai inovasi produk dan layanan juga sudah lebih dulu diluncurkan, seperti pembiayaan, investasi emas, dan aneka jasa. "Memang sebagian besar masyarakat masih ada anggapan Pegadaian tempatnya menggadai barang. Padahal tidak, ada banyak jenis produk dan layanan di Pegadaian," papar dia.

Sementara itu, Manajer Event PT Peraco selaku penyelenggara pameran mengatakan pameran Peluang Investasi Perdagangan, Pariwisata dan Produk Pangan Nusantara tahun ini meningkat di banding tahun lalu. Jumlah pengunjung yang tercatat sampai hari ketiga pameran sudah menembus angka 11.000 pengunjung. Padahal tahun lalu hanya 8.000 pengunjung.

Ia meyakini target transaksi dari semua stan selama pameran bisa menembus angka Rp6 miliar, meningkat di banding tahun lalu yang hanya mencapai Rp4,9 miliar. Bahkan tahun depan pihaknya berencana memanfaatkan tiga gedung JEC. "Peminatnya cukup tinggi," kata Siswono.

Pameran tahun ini terdapat tiga sektor, yakni pariwisata, perdagangan, dan olahan pangan unggulan. Siswono mengakui sektor olahan pangan unggulan dari masing-masing daerah masih mendominasi pengisi stan, bahkan mencapai 40% dari total 128 stan. Pameran tersebut tidak hanya diikuti oleh masing-masing pemerintah daerah, tetapi juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kementerian.