Pengelola Objek Wisata Harus Melek Media Sosial

Wisatawan menikmati pemandangan alam di objek wisata Kalibiru, Kulonprogo - JIBI
03 Mei 2018 11:17 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Terkait menurunnya jumlah kunjungan objek wisata Kalibiru dan fluktuatifnya kunjungan di Desa Wisata Nglinggo pengamat menyarankan pengelola wisata aktif promosi menggunakan media sosial.

Pemerhati Wisata, Hairullah Gazali yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Jogja Tourism Training Center mengatakan objek wisata Kulonprogo wajib melek media sosial. Pasalnya, promosi paling efektif dan murah untuk objek wisata kali ini ialah media sosial.

"Bisa melalui Instagram, Facebook, Twitter, dan segalanya, kemudian wajib aktif selain harus melek," katanya, Rabu (2/5/2018).

Hairullah juga mengatakan aktif saja tidak cukup untuk mempromosikan objek wisata. Terlebih, di Kulonprogo saat ini memiliki objek wisata yang sama. Menurutnya dengan menggunakan promosi melalui sosial media, inovasi yang dilakukan juga akan diketahui oleh masyarakat.

"Karena masyarakat membutuhkan pembaharuan, walau konten sama tetapi kalau di upload terus kan orang tertarik, apalagi dengan adanya inovasi yang diunggah," katanya.

Sekretaris Paguyuban Laguna Pantai Trisik, Edy Yulianto, mengaku dirinya sedang berusaha untuk menghidupkan kembali nadi pariwisata di Pantai Trisik. Dirinya mengaku promosi saat ini lebih banyak menggunakan sosial media.

"Pastinya sosial media terlebih dahulu, apalagi yang berhubungan dengan eko wisata, kami juga punya akun Instagram untuk penyelamat tukik dan mangrove," katanya.

Menurutnya sosial media sangat membantu dalam mempromosikan Pantai Trisik. Pasalnya sosial media tidak membutuhkan biaya berlebih layaknya poster, brosur, dan baliho.

"Mahal untuk cetak kertas, baliho atau lainnya, cukup foto tiap sunset dan sunrise  aja jadi media promosi," katanya.

Adplus Tokopedia