Ini Harapan Sultan pada Masa Depan Pendamping Sosial

Gubernur DIY Sri Sultan HB X (Gigih M. Hanafi/JIBI - Harian Jogja)
07 Mei 2018 17:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Agar tujuan pemberdayaan masyarakat tercapai, Kementerian Sosial (Kemensos) akan membangun start up-star up sosial di masyarakat. Sementara Sultan HB X berharap ke depan lahir pendamping sosial yang memiliki jiwa entrepreneurship.

Kepala Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial (Badiklitpensos) Kemensos Harry Z Soeratin mengatakan keberadaan start up sosial itu diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM. Oleh karenanya, para pendamping sosial diharapkan ke depan memiliki dukungan pengetahuan agar bisa memberdayakan masyarakat. Misalnya dari Kementerian Keuangan dan perbankan bisa membekali para pendamping sosial dengan pengetahuan terkait literasi keuangan.

Tumbuhnya start up sosial di masyarakat nntinya diharapkan bisa menjawab tantangan entrepreneurship sosial. Kemensos saat ini menyiapkan program pendampingan sosial untuk membentuk manusia yang kreatif dan inovatif.

“Pendamping bisa dapat pendampingan dari dunia usaha baru. Untuk itu, kami menggandeng beberapa perguruan tinggi di Indonesia termasuk kalangan perbankan," katanya usai pembukaan Rapat Koordinasi Pengembangan SDM, Lembaga dan Program Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial 2018 serta penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2019 di Hotel Rich Jogja, Minggu (6/5/2018).

Rakorbang tersebut menjadi media koordinasi dan sinkronisasi program antara pusat dan daerah. Keterlibatan kalangan perguruan tinggi termasuk kalangan perbankan seiring dengan langkah Kemensos yang mengubah pendampingan sosial masyarakat dari charity menjadi pemberdayaan masyarakat.

"Link and mace di perguruan tinggi dengan dunia usaha dengan sentral perbankan bisa mewujudkan start up sosial ini. Termasuk untuk menyiapkan sertfikasi profesi bagi ribuan pendamping,” ungkapnya.

Konsep pemberdayaan itu sesuai dengan harapan Gubernur DIY HB X. Raja Kraton Jogja itu berharap keterlibatan perguruan tinggi dalam program pemberdayaan masyarakat ini mampu menciptakan social entrepreneur di masyarakat. Sultan mengatakan, tidak hanya sekadar bicara program, tapi juga implementasi di lapangan harus berjalan dengan baik.

Pemikiran para civitas dari berbagai kampus juga menjadi rujukan dalam menjalankan program untuk kesejahteran masyarakat. "Keberadaan para pelaku social entrepreneur saat ini dibutuhkan untuk melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat dengan empati sosial," katanya.