Bantul Kekurangan Petugas Kebersihan Hingga 300 Orang

Ilustrasi pengelolaan sampah - JIBI
09 Mei 2018 15:17 WIB David Kurniawan Bantul Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, BANTUL-Permasalah sampah di Bantul bukan hanya menyangkut masalah tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Namun, Dinas Lingkungan Hidup Bantul juga mengeluhkan kurangnya jumlah petugas kebersihan yang dimiliki.

Total hingga saat ini petugas yang dimiliki berjumlah 300 orang. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul Masharun Ghozalie jumlah tersebut masih kurang karena jumlah yang ideal ada 600 pegawai.

“Kami masih kurang pegawai sekitar 300 orang,” kata Masharun, Senin (7/5/2018).

Menurut dia, kekurangan personel ini berdampak terhadap pengambilan sampah di masyarakat karena jangkauan yang dimiliki sangat luas. Sedang dari sisi sumber daya manusia juga belum memadai.

“Harap maklum jika sampah belum diambil dalam waktu satu hari,” ujarnya.

Untuk mengatasi permasalahan kekurangan petugas kebersihan, Masharun mengaku sudah meminta kepada Pemkab agar personel ditambah. Ia berharap penambahan pegawai bisa dikabulkan sehingga upaya mewujudkan Bantul Bersih di 2019 dapat direalisasikan.

“Selain petugas, kami juga kekurangan armada truk pengangkut sampah. Idealnya, jumlah armada pengangkut ada 60 unit, tetapi untuk saat ini baru ada 16 truk,” kata Masharun lagi.

Untuk kebersihan dibutuhkan partisipasi dari masyarakat. Salah satunya tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, guna mengatasi permasalahan penuhnya tampungan sampah di TPST Piyungan, Pemkab berencana membuat tempat khusus untuk melayani pembuangan sampah bagi warga Bantul.

Anggota DPRD Bantul dari Fraksi PKS Setiya mengatakan permasalahan sampah semakin hari semakin besar. Salah satunya dapat dilihat di TPST Piyungan. Oleh karena itu, harus ada penanganan serius dari pemerintah sehingga keberadaannya tidak dikeluhkan oleh warga sekitar.

Adplus Tokopedia