Ini Skenario Pemda DIY untuk Kelola Sampah

Tumpukan sampah di TPST Piyungan, Kamis (19/4/2018). Saat ini volume sampah yang dibuang ke TPAS tersebut sudah hampir 600 ton per hari. Meningkat dari tahun lalu yang berkisar 450-500 ton per hari. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
10 Mei 2018 13:12 WIB I Ketut Sawitra Mustika Gunungkidul Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA-Guna mengatasi persoalan sampah yang selama ini terus jadi kendala, Pemda DIY mulai merintis skema kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Plt Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum Perkotaan (PISAMP) Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Agung Satrio mengatakan untuk mengola sampah di TPST Piyungan jadi sumber energi diakuinya memerlukan investasi besar. Karena itu skema yang mungkin dilakukan adalah KPBU.

"Masih tahap penjajakan. Baru sampai tahap laporan pendahuluan. Ini baru dirintis lah. Skema KPBU tahapannya banyak, sekitar 34. Laporan pendahuluan baru awal. Ada juga analisis risiko dan solusinya sampai pemilihan pihak ketiga," kata Agung, Kamis (10/5/2018).

Kebijakan ini, kata dia, bersifat jangka panjang dan didasari oleh kehati-hatian. Pemda DIY tak mau menjalin sembarangan kerja sama dengan pihak ketiga, sebab banyak contoh perusaahan yang diajak berkolaborasi malah macet di tengah jalan. "Akhirnya muncul masalah baru."

Seperti diketahui, beban TPST Piyungan kian hari kian berat. Pada 2014, setiap hari rata-rata sampah yang dibuang ke tempat itu sebanyak 403 ton, lalu naik jadi 404 ton per hari (2015), pada 2016 sampah yang dibuang sebanyak 432 ton per hari, kemudian pada 2017 volume sampah yang dibuang naik signifikan jadi 550 ton per hari dan pada Januari 2018, naik lagi jadi 632 ton per hari.

Padahal, idealnya sampah yang dibuang ke sana hanya residu. Kalau pun residunya masih ada campuran sampah, TPST Piyungan patutnya hanya menerima 400 ton/hari.

Adplus Tokopedia