Sleman, Gudangnya Pengguna Narkoba di DIY

Ilustrasi sabu-sabu. - Harian Jogja/Desi Suryanto
11 Mei 2018 07:51 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN— Badan Narkotika Nasional (BNN) Sleman mengatakan sepertiga pengguna narkoba di DIY ada di Sleman. Upaya memutus jaringan dan permintaan narkoba di Sleman dilakukan.

Kepala BNN Sleman Kuntadi mengatkan tingkat prevalensi narkoba di Sleman terhitung masih tinggi, menurutnya, saat ini tingkat pengguna narkoba di DIY sepertiganya ada di Sleman. “Sisanya itu di kabupaten atau kota lain,” ujarnya Kamis (8/5/2018).

Berdasarkan data dari BNN Sleman, sampai awal April di 2018 tingkat prevalensi peyalahgunaan narkoba dengan usia populasi 10 sampai 59 tahun di Sleman mencapai 1,19% atau 9.877 jiwa.

Kuntadi mengatakan di Sleman banyak pendatang dan juga padat penduduk yang membuat pengawasan akan peredaran narkoba harus lebih diketatkan.

“Memang jika dibandingkan juga dengan tingkat kepadatan penduduknya di Sleman itu padat penduduk, banyak juga kampus-kampus yang membuat pendatang baru bermunculan di Sleman,” ungkapnya.

Beberapa wilayah yang masuk pada kecamatan rawan peredaran narkoba di Sleman yaitu Kecamatan Depok, Kecamatan Ngaglik, Kecamatan Mlati.

“Di Sleman itu banyak kampus, sekarang tren pencegahan yang kami [BNN Sleman] lakukan tidak hanya menyasar tempat hiburan, tapi juga kos-kosan, apalagi kos-kosan yang tidak ada induk semangnya,” kata Kuntadi.

Penyuluh Narkoba BNN Sleman Sugani Jiyantoro mengatakan upaya dalam mengurangi tingkat prevalensi narkoba dilakukan mulai dari peredaran sampai ke permintaannya.

“Kami mencegah kalau dari segi peredarannya ya jelas dengan memutus jaringan, berbagai jalur rawan kita antisipasi, sampai peredaran melalui udara, kita kerja sama dengan bea cukai,” kata Jiyan.

Tidak hanya dari peredaran, menurut Jiyan, upaya dalam menurunkan tingkat prevalensi narkoba juga melalui upaya menurunkan permintaan akan narkoba. Berbagai upaya seperti sosialisasi ke beberapa sekolah maupun instansi lainnya rutin dilakukan.

“Logikanya kan, kalau permintaannya tinggi yang menyuplainya juga akan tinggi, maka kita tekan juga permintaan narkoba dengan berbagai sosialisasi di sekolah-sekolah maupun instansi,” jelas Jiyan.

Adplus Tokopedia