Dalam Setahun, Pemkab Bantul Jadwalkan Jamkesus 4 Kali

Bupati Suharsono melihat modifikasi sepeda motor untuk difabel karya Forum Penyandang Disabilitas Bantul (FPDB) dalam pelayanan jamkesus di Aula Pemkab II Manding, Senin (14/5/2018). - Harian Jogja/David Kurniawan
14 Mei 2018 21:17 WIB David Kurniawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul Eddy Susanto mengatakan, untuk pelayanan jamkesus, pemkab mengalokasikan anggaran Rp1,2 miliar.

Rencananya, dalam setahun akan melakukan pelayanan jamkesus sebanyak empat kali. “Hari ini [kemarin] merupakan tahap kedua. Sedang dua tahap lainnya dilaksanakan beberapa bulan lagi,” katanya, Senin (14/5/2018).

Dia menjelaskan, pelayanan jamkesus tahap kedua di 2018, menyasar ke 200-an warga berkebutuhan khusus dari lima kecamatan. Yakni, Kecamatan Bantul, Jetis, Bambanglipuro, Sewon dan Srandakan.

“Semua kecamatan akan mendapatkan jatah, tapi untuk waktu pelaksanaan dilakukan secara bergantian,” ungkapnya.

Disinggung mengenai jumlah kelompok disabilitas di Bantul, Eddy mengaku ada sekitar 6.000-an warga berkebutuhan khsusus. Menurut dia, tidak semua anggota disabilitas mendapatkan pelayanan jamkesus karena sudah ada yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat maupun dari APBD Kabupaten.

“Jadi untuk pelayanan jamkesus difokuskan bagi warga berkebutuhan khusus yang belum memiliki jaminan kesehatan,” katanya