Pariwisata Bantul Menggeliat, Retribusi Ditarget Rp21 Miliar

Pantai Parangtritis, Bantul. (Harian Jogja - Bhekti Suryani)
15 Mei 2018 22:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Pariwisata Bantul menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari jasa retribusi sejumlah obyek wisata di Bantul tahun ini sebesar Rp21 miliar. Target tersebut meningkat hampir dua kali lipat dari tahun lalu sebesar Rp13,7 miliar.

"Obyek wisata di Bantul sedang menggeliat, kami yakin target tercapai," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, Senin (14/5/2018).

Keyakinan Kwintarto beralasan. Data kunjungan wisatawan ke Bantul tahun ini hingga awal Mei sudah mencapai 1.368.397 orang, yang terdiri dari wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. Jumlah wisatawan tersebut tercatat hanya di obyek wisata yang dikelola Dinas Pariwisata Bantul, yakni Pantai Parangtritis-Depok, Pantai Samas-Goa Cemara-Kuwaru-Pandansimo, Goa Selarong, dan Goa Cerme.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata tersebut tahun lalu mencapai 3.711.384 orang. Lebih banyak dari target 3,1 juta orang. Selain obyek wisatanya yang menggeliat, tarif retribusi tahun ini juga mengalami kenaikan dari Rp4.000 per orang menjadi Rp7.000 per orang untuk kawasan Parangtritis-Depok.

Sementara paket Pantai Samas ke barat Rp6.000 per orang. Goa Selarong dan Goa Cermai juga masing-masing Rp6000 per orang.

Kenaikan tarif tersebut tertuang dalam Peraturan Bupati No.7/2017 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi. Kwintarto menambahkan, target kunjungan wisatawan sebanyak 3,1 juta tahun ini itu belum termasuk wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata yang dikelola oleh masyarakat atau Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Obyek wisata yang dikelola Pokdarwis tersebar di sejumlah desa di hampir semua kecamatan di Bantul. Terbanyak ada di Imogiri dan Dlingo. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata tersebut tahun lalu mencapai sekitar 1,5 jutaan.

Kwintarto meyakini jumlah wisatawan tahun ini akan lebih banyak seiring gencarnya promosi yang dilakukan dan penataan di sejumlah pantai. "Kami ingin menjadikan wisata Bantul, terutama pantai menjadi ikon wisatanya DIY," ujar dia.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Parwisata Bantul, Bangun Rahino mengatakan obyek wisata pantai di Bantul saat ini masih didominasi Parangtritis-Depok, karena pantai tersebut sudah dikenal oleh masyarakat umum. Bahkan rombongan wisatawan dari berbagai daerah yang berkunjung ke DIY, menjadikan Parangtritis sebagai salah satu paket wisata.

Karena itu penataan sepanjang pantai Selatan Bantul akan diawali dari Parangtritis-Depok. Penataan kawasan Pantai Parangtritis-Depok ini membutuhkan anggaran sekitar Rp52 miliar, namun sudah dimulai dengan anggaran Rp8,2 miliar dari dana keistimewaan. "Kami juga mulai kenalkan obyek wisata pantai selain Parangtritis ke masyarakat," kata Bangun.