Tantangan Pemkab Sleman Makin Berat, Banyak yang Harus Dibenahi

Bupati Sleman Sri Purnomo (kiri). - Harian Jogja/Abdul Hamied Razak
15 Mei 2018 17:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Kabupaten Sleman merayakan hari jadi yang ke-102, Selasa (15/5/2018). Dengan mengusung tema Mewujudkan Kehidupan Masyarakat yang Mandiri dan Berbudaya untuk Mendukung Sleman Smart Regency, pemkab berharap pembangunan di Bumi Sembada bisa lebih baik lagi.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengatakan Pemkab terus berupaya melaksanakan pembangunan, khususnya di bidang ekonomi, mulai dari pembangunan sarana dan prasarana perekonomian, pembinaan usaha, pembiayaan dana penguatan modal bagi UKM, penempatan kerja, dan kemudahan pelayanan izin usaha. Menurutnya, dari berbagai pembangunan yang terus dilakukan, kemiskinan pun turun.

“Meski angka kemiskinan turun, masih banyak yang harus dibenahi dalam pembangunan yang ada di Sleman ini. Ke depan tantangan yang harus dihadapi semakin berat,” kata Sri Purnomo, Senin (14/5/2018).

Sri Purnomo mengatakan, di hari jadi yang ke-102, Pemkab berharap bisa merealisasikan impian mewujudkan Sleman Smart Regency pada 2021. "Harapannya akan lebih terwujud semangat masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasikannya sistem e-government menuju Sleman Smart Regency pada 2021," katanya.

Dalam upaya mewujudkan Sleman Smart Regency, pemerintah, menurut Sri Purnomo, bakal terus memberikan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat.

Bupati juga mendorong perangkat daerah untuk melakukan inovasi guna meningkatkan layanan publik dan kualitas administratif pemerintahan. "Dalam usianya yang ke-102, marilah mewarnai Kabupaten Sleman dengan semangat peningkatan kinerja agar pembangunan lebih membawa manfaat besar bagi masyarakat," ujar Sri Purnomo.

Wakil Ketua DPRD Sleman, Inoki Azmi Purnomo, mengatakan banyak hal yang masih perlu diperbaiki di Kabupaten Sleman. Ia menyoroti sistem smart regency yang harus menjadikan sistem pemerintahan yang lebih baik.

Menurutnya, di usia yang sudah satu abad lebih, perlu ada penyesuaian pembangunan dengan zaman yang semakin maju. "Banyak hal yang harus diperbaiki, karena perkembangan laju zaman menuntut agar pemerintah dan masyarakat selalu bersiasat dan terus bersiap menghadapi perubahan zaman," ujarnya.

Inoki menjelaskan, tidak hanya pelayanan pemerintahan saja yang harus smart, tetapi juga masyarakatnya. “Contohnya ketika ada pelayanan online di Disdukcapil [Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil], maka masyarakat juga harus bisa mengakses data dengan baik melalui online," katanya saat ditemui Harian Jogja, Senin.

Selain itu Inoki juga menyoroti berbagai hal yang perlu diperbaiki, mulai dari sektor infrastuktur dan alih fungsi lahan pertanian. Menurutnya, Sleman sebagai tempat tujuan wisata perlu memperhatikan infrastuktur pendukung wisata.

"Masih banyak keluhan dari masyarakat, mulai dari jalan yang rusak, sarana irigasi pertanian dan berbagai fasilitas lain yang itu harus diperhatikan," kata Inoki.

Menurut Inoki, Sleman sebagai lumbung pangan dan kawasan penyangga air di DIY harus lebih dipikirkan lagi pengelolaanya. Meskipun pembangunan, baik perumahan maupun industri yang susah untuk dibendung, pengawasan perlu dilakukan agar pembangunan sesuai dengan perencanaan.