Padusan di Kedung Pedut Dimeriahkan Atraksi Perang Air

Suasana perang air sebagai salah satu agenda padusan di Kedung Pedut, Dusun Kembang, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Senin (14/5 - 2018).Harian Jogja/Uli Febriarni
15 Mei 2018 13:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGOPadusan dalam budaya Jawa menjadi salah satu tradisi yang bertujuan membersihkan diri menjelang datangnya Ramadan. Di Kulonprogo, tradisi ini masih terus dipertahankan, seperti yang dilakukan warga di Kecamatan Girimulyo. Senin (14/5/2018), warga memadati air terjun Kedung Pedut yang berlokasi di Dusun Kembang, Desa jatimulyo, Kecamatan Girimulyo untuk mengikuti tradisi ini. Tak hanya membersihkan diri, warga juga mengikuti perang air.

Di kedung yang merupakan salah satu objek wisata di Desa Jatimulyo, warga dan wisatawan berkumpul di dalam kedung. Mereka berenang, bermain di dalam air sembari bersenda-gurau dan menikmati sejuknya udara khas Perbukitan Menoreh. Namun kemudian, tak lama, pengelola Kedung Pedut membawakan puluhan plastik berisikan air kedung. Plastik-plastik tadi sudah berbentuk layaknya bola yang digunakan sebagai peluru.

Belasan wisatawan dan warga kemudian mulai membuat kelompok, terbagi dalam dua barisan. Layaknya prajurit yang siap berperang dan saling serang dengan peluru air. Saat aba-aba dimulai, mereka kemudian saling lempar balon berisi air tersebut. Selama permainan perang air berlangsung, mereka tertawa dan tidak marah, kendati tubuh mereka dilempar plastik berisi air.

Pengelola Kedung Pedut, Sarija, menuturkan permainan perang air merupakan salah satu agenda padusan menyambut Ramadan. Permainan perang air dihadirkan agar tradisi padusan di Kedung Pedut berbeda dengan tempat padusan di tempat lainnya, sekaligus sebagai atraksi untuk menarik wisatawan. "Orang akan mengingat, kalau di Kedung Pedut sudah ada perang air, berarti Ramadan sudah dekat," kata dia, Senin.

Ide awal munculnya permainan perang air berasal dari para pengelola yang ingin memberikan wahana baru bagi wisatawan, sehingga kunjungan ke Kedung Pedut bisa mengalami peningkatan. Sejak awal tahun hingga Mei, Kedung Pedut telah dikunjungi sekitar 15.000 orang wisatawan.

Salah seorang peserta perang air, Nurahmat Azhari, mengaku senang bisa mengikuti perang air. "Permainannya menarik dan tempatnya juga bagus ," kata Nurahmat.

Wisatawan asal Malaysia yang turut ikut bermain perang air, Irwan Muhammad, menyatakan rasa senang bisa ikut serta dalam permainan perang air, karena mengasyikkan dan dilakukan di lokasi kedung yang indah. "Tempatnya sesuai untuk keluarga. Tak sia-sia dan berpahala [bermanfaat]. Jadi kalau ada yang ingin ke Jogja, harus ke Kedung Pedut," ucapnya.

 

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia