“Pattaya” di Bantul Bikin Kesengsem 10 Investor Nasional

Ilustrasi investasi. - IST
16 Mei 2018 12:17 WIB David Kurniawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Meski masih dalam tahap perencanaan, namun wacana pembangunan kota mirip Pattaya di pesisir Selatan Bantul jadi magnet investor. Tak tanggung-tanggung, hingga kini sudah ada sepuluh investor berskala nasional yang meminati kawasan tersebut.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Bantul, Isa Budi Hartomo mengatakan hingga saat ini sudah ada sepuluh investor yang siap menanamkan modalnya di kota baru tersebut. Akan tetapi sampai sejauh ini para investor masih menunggu kepastian hasil dari perencanaan pembangunan yang sedang disusun oleh Pemkab Bantul.

Sayangnya, saat disinggung soal nama investor, Isa masih menyembunyikan dan hanya memberikan isyarat bahwa mereka termasuk pemodal di tingkat nasional. “Salah satu contohnya yang dari Surabaya, mereka sudah melakukan pembangunan di Bandung,”  kata dia di sela-sela kegiatan peluncuran Mal Pelayanan Publik di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Bantul, Selasa (15/5/2018).

Saat ini, Pemkab Bantul diakuinya sedang menyusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. Ia mengklaim perencanaan ini lebih detail ketimbang dengan penyusunan masterplan sehingga upaya pembangunan bisa segera diwujudkan.

“Tahun ini perencaan harus sudah selesai dan mudah-mudahan di tahun depan sektor swasta sudah dapat ikut membangun dalam upaya membuat kota baru di pesisir selatan,” katanya lagi.

Menurutnya, pembangunan kota baru di pesisir akan dibangun seperti Pattaya di Thailand. Latar belakang dari pembangunan tidak lepas dari keberadaan bandara baru di Kulonprogo serta Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang lewat di pesisir Bantul.

“Kota akan berada di sisi utara JJLS. Selain demi alasan keamanan dari potensi bencana, juga untuk melindungi lahan hijau di kawasan tersebut sehingga bisa menambah keindahan pemandangan di kota baru nanti saat setelah bediri,” katanya.

Salah seorang tokoh masyarakat di Pantai Samas, Slamet mengatakan daerah pesisir di Bantul akan menjadi lokasi yang sangat strategis. Hal ini tidak lepas dari keberadaan JJLS dan bandara baru di Kulonprogo.

“Tiga tahun lalu, harga tanah hanya Rp650.000 per meter, tetapi sekarang sudah mencapai Rp1,5 juta per meter,” ucapnya.