RS Bhayangkara DIY Sekarang Punya Eye Center dan Unit Hemodialisa

Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri memotong pita saat meresmikan Eye Center di RS Bhayangkara, Tirtomartani, Kalasan, Rabu (16/5/2018). - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
16 Mei 2018 23:50 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda DIY di Jalan Jogja-Solo, Tirtomartani, Kalasan memiliki sejumlah fasilitas kesehatan baru. Selain Eye Center yang sudah diresmikan, gedung baru Unit Hemodialisa juga mulai dibangun.

Kepala RS Bhayangkara, Kompol Theresia Lindwati mengatakan gedung Eye Center seluas 140 meter persegi telah selesai dibangun dan sudah mulai beroperasi sejak pekan lalu. Pembangunan gedung ini berkat kerja sama dengan Sumatera Eye Center (SMEC) dan memerlukan waktu enam bulan yakni dimulai sejak Oktober 2017 lalu bertepatan dengan peresmian gedung Forensik.

"Pada saat ini kami sudah bisa melakukan pemeriksaan mata sampai dengan operasi mata bagi anggota polri dan masyarakat umum yang akan ditangani langsung oleh dokter spesialis mata," kata dia, Rabu (16/5/2018).

Lanjutnya lagi untuk pembukaan pertama Eye Center ini pihaknya menggratiskan enam operasi katarak. Dia berharap nantinya dengan adanya fasilitas ini masyarakat di DIY dan sekitarnya dapat memanfaatkannya tanpa harus jauh-jauh mencari fasilitas kesehatan yang khusus untuk menangani penyakit mata.

Selain itu kini pihaknya juga mulai membangun gedung Unit Hemodialisa, di lahan seluas 210 meter persegi di sebelah sisi timur rumah sakit. Pembangunan gedung khusus untuk cuci darah tersebut rencananya akan selesai pada empat bulan ke depan.

"Kami berharap dengan penambahan fasilitas ini dapat semakin meningkatkan pelayanan kesehatan kepada anggota polri dan masyarakat, serta kepercayaan masyarakat kepada kami semakin meningkat," ujarnya.

Sementara itu Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengungkapkan rasa bangganya saat hadir meresmikan Eye Center dan pembangunan gedung Unit Hemodialisa. Menurutnya RS Bhayangkara telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, dari yang awalnya hanya rumah sakit sepi dan gedungnya terbatas kini berubah menjadi lebih baik.

"Awalnya hanya rumah sakit tipe C tapi telah lulus akreditasi. Sebenarnya saya tidak yakin juga tapi lulus. Lalu Dokter Theresia bilang [RS Bhayangkara] bisa jadi rumah sakit Badan Layanan Umum [BLU] untuk mengembangkan dan memajukan rumah sakit," kata dia.

Kendati awalnya Dofiri juga tidak yakin RS Bhayangkara dapat lulus menjadi BLU, tetapi akhirnya RS Bhayangkara resmi menjadi BLU. Dengan demikian selama satu tahun tarakhir perkembangan RS Bhayangkara dapat menjadi sangat pesat sekali.

"Sekarang sudah ada Eye Center dan mulai pembangunan Unit Hemodealiasa. Dan kata Dokter Theresia juga rencananya akan ada pembangunan gedung rawat inap 170 kamar, ini luar biasa sekarang sudah ada 55 kamar [rawat inap]," ujar Kapolda.