Investor Tarik Aset Resort Batoer Hill di Gunungkidul, Ini Penyebabnya

Proses pengambilan aset di Batoer Hill, Putat, Patuk, Selasa (15/5/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
16 Mei 2018 16:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Investor memilih menarik aset-asetnya di resort Batoer Hill berupa penginapan dan tempat pertemuan Dusun Batoer, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Selasa (15/5/2018).

Investor Batoer Hill Suswinarno mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan dirinya terpaksa mengambil kembali aset yang dimiliki, salah satunya pelanggaran perjanjian yang dilakukan pengelola, yakni PT Cipto Wening, yang tidak mengurus perizinan dan laporan hasil pendapatan.

“Konsep pemberdayaan desa yang awalnya ada, semakin hari semakin berkurang. Pekerja dari daerah sekitar banyak berkurang. Penampilan seniman lokal juga dibatasi bahkan sampai dihilangkan. Diganti hiburan lain,” ungkapnya, kemarin.

Suswinarno menuturkan awalnya keberadaan resort itu memberdayakan tenaga kerja lokal, seniman serta masakan desa untuk para tamu. Rencana kerja sama dengan desa juga ada, seperti ketika ada tamu menginap tiga hari, maka di resort bisa sehari kemudian dua hari di rumah penduduk.

Dalam perkembangannya, desa yang seharusnya memiliki hak untuk pemakaian pendopo, ternyata malah kesulitan. Suswinarno mengaku belum ada niatan untuk membawa persoalan dengan pengelola itu ke ranah hukum karena perjanjian merupakan sumber hukum sepanjang akta itu tidak bertentangan dengan hukum yang lebih tinggi. “Di perjanjian sudah ditulis hak dan kewajiban serta pemutusan kerja sama, sudah detail. Saya mengambil aset saya sendiri,” ucapnya.

Dari perwakilan pengelola, Agung, menegaskan tidak begitu mempermasalahkan pembongkaran yang dilakukan Suswinarno. “Tidak masalah ada pembongkaran, nanti ada penataan ulang. Soal pengingkaran perjanjian yang dilakukan investor, cek ke pemerintah desa saja,” ucapnya.