Ceramah Bermuatan Kebencian di Masjid Kampus, Kemenag DIY Bakal Menindak

Ilustrasi kampanye. - nukltimedia.journalism.berkeley.edu
17 Mei 2018 22:50 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY akan mengambil tindakan jika ceramah di kampus-kampus sepanjang Ramadan ini terindikasi mengandung bibit-bibit radikalisme dan mengobarkan terlalu banyak kebencian.

Kepala Kanwil Kemenag DIY Muhammad Lutfi Hamid mengatakan, instansi yang ia pimpin tidak akan mengawasi secara langsung ceramah di kampus-kampus selama Bulan Puasa ini, sebab hal itu merupakan otoritas perguruan tinggi.

Jika Kanwil Kemenag DIY mengawasi langsung ceramah di kampus, dan memberikan teguran terhadap konten ceramah yang dianggap provokatif, mereka khawatir hal itu akan menimbulkan masalah. "Kalau kampus mengatakan itu kegiatan ilmiah, akan jadi soal. Kalau di kampus bisa saja kegiatan ilmiah, yang di dalamnya ada kritik," kata Lutfi saat dihubungi Rabu (16/5/2018).

Dalam posisi demikian, Kanwil Kemenag DIY, sambung Lutfi, lebih memilih untuk menunggu. Jika ada laporan terkait ceramah di kampus yang menganjurkan intoleransi dan mengandung ajaran radikalisme, Kanwil Kemenag DIY akan langsung mengambil tindakan.

"Kalau ada begitu, ya tentu kami akan mengambil tindakan. Tapi selama belum terlalu jauh, ya tidak. Kalau memang ada ceramah yang provokatif, kami akan koordinasi dengan Badan Kesbangpol [Kesatuan Bangsa dan Politik] serta Forkopimda. Biar pihak berwenang yang mengingatkan," tambah Lutfi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir meminta rektor dan direktur perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia mengawasi materi ceramah selama Ramadan ini. Menristekdikti tak ingin ceramah di Bulan Suci dinodai kampanye intoleransi dan radikalisme. Dosen yang terpapar juga akan dipecat.