Ribuan Orang Padusan di Parangtritis

Wisatawan sedang bermain air di Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul, Rabu (16/5/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
17 Mei 2018 07:50 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Ribuan warga memadati kawasan Pantai Parangtritis, Rabu (16/5/2018) siang. Sebagian dari mereka sengaja datang ke Parangtritis untuk padusan atau mandi sebelum menjalankan ibadah puasa.

Nurul Hidayatun, 36, warga Kotagede, Jogja, salah satunya. Ia bersama keluarganya tujuh orang sengaja datang ke Parangtritis untuk padusan, "Sejak dulu saya sering kesini sebelum puasa," kata dia di Pantai Parangtritis.

Ia mengaku ke Parangtritis sudah direncanakan jauh hari. Selain menjalani tradisi padusan, Nurul ingin mengajak anak-anaknya untuk liburan sebelum puasa agar anak-anak bersemangat ketika menjalani puasa.

Tidak hanya warga DIY, warga luar daerah juga ada yang rutin mandi di Pantai Parangtritis setiap menjelang puasa, "Sudah sering ke sini [Parangtritis]," ujar Ari Wijayanti, 28, warga Magelang Jawa Tengah. Ia ke Parangtritis bersama lima orang keluarganya.

Berbeda dengan Nurul, Ari tidak terlalu saklek padusan harus mandi di laut. Dirinya hanya ikut-ikutan berwisata pada momen padusan, "Kami sudah sering ke Parangtritis. Pantai ini jadi favorit keluarga untuk berlibur," ungkap Riri-sapaan akrabnya. Meski sudah berniat membersihkan badan dalam rangka menjalani puasa, Riri tetap mandi lagi dengan air tawar.

Koordinator Search and Rescue (SAR) Bantul, Arif Nugraha mengatakan pengunjung Pantai Parangtritis dalam momen padusan terpantau mulai ramai sejak pukul 14.00 WIB. Pihaknya sudah mengerahkan sebanyak 69 personel sepanjang Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok. Sementara 27 personel SAR disiagakan di Pantai Samas hingga Pandansimo. Jumlah personel pengamanan belum termasuk polisi dari Direktorat Polair Polda DIY.

Sejauh ini, kata Arif, wisatawan yang mandi cukup tertib, hanya bermain air di pinggir pantai. Hal itu tidak lepas dari upaya imbauan yang terus disuarakan melalui pengeras suara dan juga sempritan langsung dari personel di lapangan agar wisatawan tidak terlalu ke tengah saat mandi.