Pembangunan Terminal Tipe C Imogiri Dimulai 2019

Lokasi bakal terminal Imogiri Bantul, Minggu (15/4/2018). Diwacanakan dana pembangunan terminal akan diambilkan dari danais. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
17 Mei 2018 11:10 WIB David Kurniawan Bantul Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, BANTUL -- Dinas Perhubungan Bantul terus berusaha mewujudkan rencana pembangunan terminal Tipe C Imogiri di Kecamatan Imogiri. Selain mengajukan alokasi anggaran ke Pemkab, juga meminta bantuan ke Pemerintah DIY melalui anggaran dana keistimewaan (danais).

Total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan mencapai Rp5 miliar. Kepala Dinas Perhubungan Bantul Aris Suharyanta mengatakan wacana pembangunan terminal Tipe C di Imogiri sudah digulirkan sejak 2017 lalu.

Namun, saat pembahasan anggaran untuk kegiatan di 2018, rencana tersebut belum bisa direalisasikan karena masalah keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab. “Terpaksa dicoret karena anggaran yang ada sangat terbatas,” kata Aris dalam jumpa pers menyambut bulan Ramadan dan pelaksanaan arus mudik 2018, Rabu (16/5/2018).

Menurut dia, kegagalan memasukkan rencana pembangunan terminal di tahun ini tak membuat Dishub patah arang dan terus berusaha agar wacana tersebut bisa direalisasikan.

“Sudah diajukan anggaran dan total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp5 miliar. Yang jelas, dengan pengajuan ke Pemkab dan Pemerintah Provinsi maka potensi pembangunan jadi semakin besar,” ucapnya.

Untuk mewujudkan pembangunan ini, Dishub juga siap melanjutkan kerja sama dengan pemerintah desa setempat. Pasalnya, lokasi terminal berada di tanah kas desa dan pemanfaatan menggunakan sistem sewa. “Kami belum tahu apakah nanti akan ada proses tukar guling, tetapi untuk sekarang pemanfaatan kami menyewa lahan ke pemdes,” ujarnya.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Bantul Anjar Arintaka Putra mengatakan kawasan terminal Imogiri membentang dari depan Puskesmas Imogiri hingga Pasar Imogiri. Lokasi tersebut mendukung pengembangan wisata di wilayah Imogiri, Dlingo, dan sekitarnya.

Lokasi terminal yang akan dibangun termasuk strategis dan memiliki luasan yang memadai. Terminal ini setidaknya dapat menampung sekitar 50 bus pariwisata, angkutan desa, hingga kendaraan shuttle pengangkut wisatawan menuju sejumlah objek wisata. “Terminal tidak hanya untuk bus pariwisata, tetapi juga kendaraan angkutan umum lain,” katanya.

Ad Tokopedia