Cegah Radikalisme, Bantul Percaya Kepada Takmir Masjid

Ilustrasi terorisme - JIBI
17 Mei 2018 15:10 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, BANTUL--Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantul tidak menerjunkan tim khusus untuk mengawasi materi ceramah di masjid-masjid selama Ramadan. Pengawasan yang dilakukan sebatas imbauan agar para takmir masjid tidak mengundang penceramah yang menyebarkan ujaran kebencian kepada kelompok lain.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Bantul Ulil Rais mengaku tidak ingin upaya pengawasan penceramah justru membuat takmir masjid atau umat merasa tidak nyaman dan menimbulkan suasana tidak kondusif.

Kemenag sudah memiliki penyuluh agama yang ada di semua kecamatan di Bantul, yang sebagian besar juga memiliki jadwal berceramah di masjid-masjid. Penyuluh tersebut diminta untuk memberikan informasi jika di wilayahnya menemukan penceramah yang mengarah pada radikalisme.

"Kami juga sudah membangun komunikasi dengan ormas, tokoh agama, dan takmir masjid," kata Ulil, Kamis (17/5/2018).
Sejauh ini proses penentuan penceramah di masjid-masjid ditentukan oleh masing-masing takmir masjid. Kemenag Bantul, kata Ulil, tidak mengeluarkan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak daftar penceramah selama Ramadan.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY Muhammad Lutfi Hamid mengimbau kepada para takmir agar tidak mengundang penceramah yang mengarah pada ajakan intoleransi. Menurut dia, ada tiga kriteria masjid disebut ikut menyebarkan paham radikalisme. Yaitu, penceramah selalu mengampanyekan kebencian terhadap pemerintahan yang sah.

Kedua, penceramah menyampaikan materi soal khilafah dan menciptakan kebencian terhadap kelompok lain, dan ketiga, menyebarkan materi membenturkan agama, sistem negara, dan budaya. "Kalau ada penceramah yang mempunyai karakter tiga hal itu, diharapkan tidak dipakai lagi," kata Lutfi.
 
Sekretaris II Takmir Masjid Agung Bantul Trubus Trimulyadi memastikan semua penceramah di Masjid Agung Bantul bebas dari paparan terorisme dan radikalisme. Pihaknya sudah menyusun daftar penceramah tarawih dan penceramah subuh, serta pengajian sebelum berbuka puasa.

Para penceramah yang mencapai sekitar 70 orang itu berasal dari Kantor Wilayah Kemenag DIY dan Kemenag Bantul, unsur Pemerintah Kabupaten Bantul, akademisi, dan ormas ternama seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, "Kami sudah selektif dalam memilih penceramah. Penceramah di Masjid Agung Bantul sudah jelas latar belakangnya," ujar Trubus.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia