Bijaklah Bermedsos di Bulan Ramadan

Ketua Pusfid UII Yudi Prayudi. - Harian Jogja/Sunartono
17 Mei 2018 08:10 WIB Sunartono Sleman Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN--Pusat Studi Forensik Digital Universitas Islam Indonesia (UII) menyarankan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial (medsos)  terutama saat bulan Ramadan. Pentingnya membandingkan data sebelum mengunggah suatu informasi.

Ketua Pusat Studi Forensik Digital (Pusfid) UII Yudi Prayudi menegaskan kadang dalam semangat beragama tersusupi politik hingga isu yang tidak ada kaitannya dengan agama. Ia menyarankan selama Ramadan agar lebih bijak dalam menggunakan medsos terutama saat click and share terhadap suatu informasi.

Viralkan informasi yang ada kaitannya dengan pemahaman, peningkatan iman serta amal saleh dalam memaknai Ramadan serta kajian yang bisa memotivasi untuk memperbaiki amalan di bulan Ramadan. Jika ada konten yang berkaitan di luar konteks beribadah sebaiknya cukup bijak agar tidak menyebarkan kepada orang lain. "Cukup sampai di kita saja jangan terus disebarkan," katanya, Rabu (16/5).

Yudi mengatakan konten ilegal seringkali data dan faktanya tidak jelas. Selain itu banyak pengguna medsos yang tidak cukup jeli membaca konten tersebut. Mengingat seringkali peristiwa lama seperti lima tahun silam di-share lagi dan diterima seolah-olah berita baru. "Padahal info lama, tetapi kirim lagi ke publik karena jarang jeli membaca seolah seperti informasi baru,” katanya.

Ia mengatakan ada beberapa situs yang dapat memastikan fakta data suatu konten. Pembanding informasi sangat dibutuhkan ketika mendapatkan satu informasi yang masih dipertanyakan validitasnya. Karena sebagian besar konten hoaks itu awalnya dari media yang tidak jelas dan dimanipulasi data-datanya.
"Harus bijak membaca, carilah data pembanding di media lain," ujar dia.

Ketua Program Pascasarjana FTI UII Teduh Dirgahayu menyatakan Pusfid UII telah meluncurkan website crimeleavestrace.id untuk menghimpun informasi yang bersifat memberikam semangat kepada masyarakat bahwa kejahatan siber bisa diungkap. Situs tersebut memberikan konten berisi pemahaman dalam menjaga diri dari kemungkinan menjadi korban dan beraktivitas di dunia maya dengan aman.

"Melalui web itu kami mengedukasi masyarakat berkaitan regulasi ketika seseorang berbuat di medsos secara ilegal akan terkena konsekuensi hukum," kata dia.

Adplus Tokopedia