Asyik, 1.000 Pedagang Pasar Beringharjo Jadi Peserta JKN-KIS

Kerja sama program donasi JKN-KIS dengan BRI. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
18 Mei 2018 20:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak 1.000 pelaku usaha di Pasar Beringharjo mendapatkan jaminan kesehatan secara gratis melalui program donasi Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Jumat (18/5/2018).

Mereka yang mendapatkan program donasi kepesertaan JKN-KIS terdiri dari pedagang kecil di emperan toko, buruh gendong hingga tukang becak. "Selama setahun kepesertaan program JKN-KIS,  iuran ditanggung oleh pihak ketiga yakni Bank BRI," kata Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari usai penandatangan kesepakatan bersama program donasi JKN-KIS dengan BRI di Pasar Beringharjo.

Andayani menjelaskan, program donasi JKN-KIS tersebut merupakan keberhasilan BPJS Kesehatan menggandeng BRI yang memiliki kepedulian kepada masyarakat. "Kami sampaikan terima kasih kepada BRI sebagai salah satu mitra BPJS Kesehatan yang telah memberikan donasi melalui dana CSR nya. Ini digunakan untuk pendaftaran dan pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi pelaku di Pasar Beringharjo," katanya.

Menurutnya, kepesertaan BPJS Kesehatan warga Jogja sebenarnya sudah tinggi. Dari total penduduk sebanyak 410.921 jiwa kepesertaannya 395.079 jiwa atau 96,14%. Capaian itu pun jauh di atas rata-rata nasional yang masih mencapai 76%. Hanya saja banyak warga dari luar daerah yang setiap hari beraktivitas di Jogja sehingga jaminan kesehatannya perlu dipastikan.

"Mereka yang mendapat donasi kepesertaan justru mayoritas warga luar Jogja. Ini karena banyak pelaku usaha di Pasar Beringharjo yang berasal dari luar kota. Kami sudah menelusuri identitasnya, sehingga tidak akan tumpang tindih dengan program yang sama," terangnya.

Dia berharap, keterlibatan lembaga atau perusahaan dalam program donasi JKN-KIS bisa meningkat lagi. Pasalnya belum semua pelaku usaha di pasar-pasar tradisional memperoleh program yang sama.

"Jadi kami membuka kesempatan sebelar-lebarnya bagi perusahaan lainnya untuk terlibat dalam program donasi JKN-KIS ini," harapnya.

Direktur Hubungan Kelembagaan BRI, Sis Apik Wijayanto mengatakan, lembaganya akan terus meningkatkan program kepedulian masyarakat. Banginya jaminan kesehatan sudah menjadi kebutuhan masyarakat agar tetap bisa meningkatkan produktivitas kerja.

"Oleh karenanya, keterlibatan BRI dalam program donasi JKN-KIS ini merupakan bagian dari aksi kepedulian kami," katanya.

Adapun Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan meski tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan sudah tinggi namun masih diperlukan partisipasi masyarakat baik secara perseorangan, badan usaha atau lembaga dalam program jaminan kesehatan. Selain aspek kesehatan, Pemkot juga konsern dalam program penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan.

"Kalau semua sehat, maka kemiskinan tentu akan lebih mudah ditanggulangi," jelasnya.