Kreatif, Ini Cara PGSD Universitas Sanata Dharma Mudahkan Anak Belajar

Seorang siswa SD menyanyikan lagu perubahan wujud benda dalam Pentas Karya Cipta Lagu Anak. - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
18 Mei 2018 20:37 WIB Salsabila Annisa Azmi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma (USD) menggelar Pentas Karya Cipta Lagu Anak. Lagu-lagu ciptaan mahasiswa semester enam PGSD USD tersebut dinyanyikan oleh 19 siswa SD di DIY dalam acara tersebut. Nantinya acara tersebut akan dilanjutkan dengan pembentukan mata kuliah cipta kreasi lagu pada tahun ajaran baru berikutnya.

Dosen Pendidikan Seni Musik PGSD USD Nugrahanstya Cahya Widyanta mengatakan, 150 mahasiswa semester 6 PGSD USD ditugaskan secara berkelompok untuk membuat lagu untuk anak-anak kelas 1-6 SD dengan tematik kurikulum pembelajaran.

"Temanya bermacam-macam. Ada yang tentang keselamatan di jalan raya, kesehatan, perubahan wujud benda, keberagaman dan lain-lain," kata Hans disela-sela Pentas Karya Cipta Lagu Anak di Pendopo PGSD USD, Kamis (17/5/2018).

Hans mengatakan, harapannya lagu-lagu itu bisa digunakan untuk metode pembelajaran di SD. Selain itu, dia berharap dengan cipta lagu tersebut akan mengajarkan mahasiswa supaya  saat mereka sudah menjadi guru SD, mereka akan mempunyai kreativitas saat menghadapi anak-anak yang sedang bosan belajar. Intinya, cipta lagu bertujuan mengubah materi pelajaran menjadi menyenangkan untuk dipelajari anak-anak SD.

Hans menambahkan, sebelum para mahasiswa melakukan proses cipta lagu selama satu semester, mereka melakukan undian range kelas dan tema lagu. Menurut Hans hal tersebut perlu dilakukan karena lirik lagu anak SD akan berbeda setiap kelasnya dalam hal penyampaian ke psikologis anak-anak. Misalnya, lirik lagu untuk kelas 1 SD harus sederhana dan lugas. Oleh karena itu dalam menciptakan lagu, mahasiswa harus aktif berkonsultasi dengannya sebagai dosen pembimbing.

Hans mengatakan saat ini lagu anak sudah semakin pudar. Dia ingin kegiatan itu menjadi pelopor bangkitnya kembali lagu anak-anak seperti di era AT Mahmud. Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut dari USD atas gelaran acara tersebut, akan dibentuk mata kuliah cipta kreasi lagu anak-anak dalam konsentrasi seni di semester depan.

"Proses penyusunan kurikulum sudah dilakukan. Nanti dalam perkuliahan mahasiswa tidak hanya mendalami musik tapi juga mendalami psikologis anak dalam proses penciptaan lagunya," kata Hans.

Salah satu mahasiswa semester enam PGSD USD, Mikael Dia Wardana memaparkan lagu ciptaan kelompoknya yang berjudul Beda Tapi Satu. "Di kehidupan sehari-hari kan kita menemukan beragam budaya dan agama. Kami mengemas pesan itu dengan cipta lagu biar lebih bermakna dan sampai pesan moralnya ke mereka. Mereka juga jadi teringat-ingat selalu karena senang pas menyanyikannya," jelas Mikael.

Mikael menambahkan butuh proses panjang dalam menciptakan satu lagu. Mahasiswa butuh konsultasi di setiap tahapannya seperti penciptaan lirik, kajian psikologis range umur anak agar pesan moral lagu tersampaikan, penciptaan partitur lagu dan merangkai musik. Mikael mengatakan ada 19 lagu tercipta dan dinyanyikan oleh 17 anak dari berbagai SD yang bekerjasama dengan PGSD USD.