Tenaga Penyuluh Pertanian Jadi Ujung Tombak

Ilustrasi pertanian. - Harian Jogja/ Ujang Hasanudin
19 Mei 2018 04:17 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Kepala Dinas Pertanian DIY Sasongko mengatakan, kurangnya tenaga penyuluh Aparatur Sipil Negara (ASN) memang berdampak terhadap pertanian.

Sebab, mereka adalah ujung tombak yang diharapkan untuk memperbaiki kualitas hasil pertanian dan juga Kesejahteraan petani.

Masifnya alih fungsi lahan di DIY, sekitar 200 hektare per tahun, membuat keberadaan tenaga penyuluh semakin penting, karena tanah pertanian semakin menyusut, tapi di sisi lain, jumlah petani masih cukup banyak.

"Yang harus disampaikan jadi semakin banyak. Kalau kurang, transfer teknologi jadi kurang smooth. Kalau THL kan secara status kepegawaian berbeda dengan ASN," terang Sasongko, Jumat (18/5/2018).