8 Satwa Nocturnal Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Sermo

Sejumlah anggota Wildlife Rescue Center (WRC) Kulonprogo saat melepasliarkan musang ekor pandan di kawasan Suaka Margasatwa Sermo, Sabtu (19/5 - 2018).Harian Jogja/Beny Prasetya
20 Mei 2018 21:15 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak delapan ekor binatang dari tiga jenis satwa langka dilepasliarkan oleh Wildlife Rescue Center (WRC) Kulonprogo bersama Badan Konservasi Satwa dan Alam Yogyakarta di Suaka Margasatwa Sermo, Sabtu (19/5/2018).

Lima ekor musang pandan, dua ekor kucing hutan, serta satu ekor landak Jawa dilepasliarkan di empat titik berbeda. “Lantaran kedelapan hewan tersebut merupakan hewan nocturnal alias selalu beraktivitas di malam hari, hewan-hewan itu kami lepas menjelang malam,” kata Koordinator Bidang Konservasi WRC Kulonprogo, Rosalia Setiawati, Minggu (20/5/2018)

Dokter satwa di WRC Kulonprogo, Irhamna Putri Rahmawati, menyatakan kedelapan satwa tersebut dalam kondisi prima saat dilepasliarkan. Saat dilepas, delapan hewan mamalia itu telah menunjukkan sifat pertahanan yang tinggi. “Kelima ekor musang pandan kami terima pada 2013, kemudian kucing hutan pada Oktober 2017, landak pada 2017, dan semuanya sudah dewasa,” katanya.

Dengan adanya pelepasliaran kedelapan hewan itu, WRC Kulonprogo sebagai salah satu yayasan konservasi alam di DIY berharap agar warga tidak melakukan perburuan terhadap satwa, terlebih terhadap satwa yang dilindungi dan terancam punah. “Memelihara saja bisa terkena hukuman, maka mari menjaga ekosistem dan semua mahluk yang ada di dalamnya,” katanya

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA DIY, Untung Suripto, menyatakan wilayah Konservasi Margasatwa Sermo merupakan wilayah yang cocok untuk pelepasliaran satwa tersebut. Pasalnya di 2017, sebanyak 10 kamera tersembunyi yang dipasang BKSDA menangkap keberadaan tiga satwa tersebut. Ditemukannya jejak serta kotoran ketiga jenis hewan tersebut di beberapa titik juga menunjukan adanya aktivitas hewan itu dalam keadaan baik. “Satwa yang tertangkap kamera merupakan hasil pelepasliaran 2015, jadi ada makanan dan ada habitat di sini,” katanya.

Setelah pelepasliaran ini, Untung mengaku akan memperketat penjagaan di seluruh wilayah Suaka Margasatwa Sermo. Hal itu dilakukan untuk mengantipasi datangnya pemburu yang memanfaatkan hewan yang tengah beradaptasi dengan habitat barunya. “Kami akan memperketat penjagaan agar tidak ada satwa langka yang diburu,” katanya.

Adplus Tokopedia