Satpol PP Kulonprogo Kesulitan Tumpas Sumber Teri Berformalin

Sejumlah petugas memeriksa sejumlah produk bahan pangan dan obat di Pasar Brosot, Senin (21 - 5).Harian Jogja/Beny Prasetya
29 Mei 2018 14:15 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Selama Ramadan, Pemkab Kulonprogo melalui Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas kelautan dan Perikanan (DKP) terus menggelar operasi pantauan pangan di sejumlah pasar tradisional dan menemukan ikan asin berformalin dan sejumlah bahan pangan kedaluwarsa yang masih beredar. Khusus untuk peredaran ikan asin berformalin, Satpol PP kesulitan menumpas sumber pemasok ikan asin.

Kesulitan tersebut terjadi lantaran pemasok berasal dari luar DIY. Hal tersebut didapat setelah petugas menggelar investigasi. “Dalam investasigasi, langkah pertama kami melapor ke Satpol PP DIY, kemudian dilanjutkan koordinasi dengan Satpol PP Jawa Tengah, dan selanjutnya berkoordinasi dengan daerah tertuju, yakni Kabupaten Purworejo,” kata Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kulonprogo, Qomarul Hadi, Selasa (29/5/2018).

Qomarul menyatakan, selama ini komunikasi dan koordinasi terus dilakukan agar tempat produksi teri berformalin dapat ditutup. “Kami melakukan penekanan pengawasan, walaupun dekat, wilayah Purworejo di luar kewenangan kami, itu ranah mereka,” katanya.

Kepala Satpol PP Kulonprogo, Sumiran, meminta kepada masyarakat agar lebih waspada saat membeli bahan pangan dengan cara melihat kembali produk makanan yang dibelinya. Ia meminta masyarakat untuk melihat tanggal kedaluwarsa dan izin produksi dan pemasaran. “Tidak hanya teri, kami mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan melihat kembali tanggal kedaluwarsa dan izin edar,” katanya. Dalam beberapa kali operasi yang digelar, petugas gabungan Pemkab Kulonprogo menemukan teri berformalin di tiga pasar berbeda, yakni Pasar Kokap, Brosot, dan Pasar Jombokan, Wates.