Reuni Perak, Alumni SMP 8 Yogyakarta '93 Buktikan Cinta untuk 12 Guru Mereka

Alumni SMP 8 Yogyakarta Angkatan 1993 saat berkunjung ke Harian Jogja, Senin (10/6/2018). - Harian Jogja/Nina Atmasari
11 Juni 2018 20:17 WIB Nina Atmasari Jogja Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA- Alumni SMP 8 Yogyakarta Angkatan 1993 akan memberikan tali asih kepada 12 guru mereka dalam kegiatan Reuni Perak yang akan digelar Senin (18/6/2018).

Humas Reuni Perak SMP 8 Yogyakarta Angkatan 1993, Anis Rohmah Nurjanah menyebutkan pada reuni setelah 25 tahun lulus dari almamater tercinta, mereka akan menggelar sejumlah kegiatan bersifat sosial. Di antaranya, memberikan tali asih kepada 12 guru yang mengajar mereka waktu sekolah.

"Kami menghimpun data para guru kami, terkumpul 12 orang, saat ini mereka sudah sepuh dan sudah pensiun. Mereka kami undang untuk datang ke acara reuni untuk diberi tali asih," jelas Anis, ketika berkunjung ke Harian Jogja, Senin (10/6/2018).

Kegiatan lain dalam reuni yang diselenggarakan di kampus SMP 8 Yogyakarta, Jl Kahar Muzakir No 2 Terban Yogyakarta itu, mendirikan taman bacaan untuk siswa. Buku-buku berasal dari sumbangan para alumni tersebut. Terakhir, mereka juga akan memberikan kenang-kenangan pada sekolah.

Ketua Panitia Purnomo Sumardamto mengatakan, reuni kali ini mengambil tema Durung Suwe Uwis Selawe Paseduluran Saklawase. Pemilihan waktu pelaksanaan reuni bersamaan dengan libur bersama Idulfitri sehingga diharapkan para alumni yang berasal dari luar kota bisa mengikuti acara ini.

Alumni SMP 8 Yogyakarta angkatan 1993 berjumlah 440 orang, saat ini sudah tersebar di seluruh Indonesia bahkan luar negeri dengan berbagai macam profesi.

"Kami mengumpulkan kontak mereka melalui koordinator per kelas. Diperkirakan saat acara nanti separuhnya akan datang," jelasnya.

Wakil Ketua panitia, Wika Harisa Putri menambahkan saat ini para alumni terhubung melalui grup di media sosial. Keberadaan grup itu tidak hanya menyambung silaturahmi tetapi juga bermanfaat untuk saling membantu.

Ia mencontohkan, pernah ada salah satu anggota yang butuh informasi obat dan bertanya di grup, banyak anggota lain yang memberikan informasi. "Ada juga yang butuh info tentang wisata dan pelayanan lain, dibantu dan dilayani oleh anggota lain yang memiliki kegiatan usaha di bidang itu. Jadi saling membantu," tuturnya.

Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono  yang menyambut kunjungan tersebut berharap ada banyak pembaca Harian Jogja yang merupakan anggota alumni tersebut. "Dari informasi ini, mereka jadi mengetahui akan diadakannya reuni lalu ikut bergabung, sehingga peserta menjadi lebih banyak," katanya.

Adplus Tokopedia