SOSOK: Andi Ramadhan Jadikan Setiap Laga adalah Pelajaran

Kiper PS Tira, Andi Ramadhan. - Harian Jogja/Jumali
11 Juni 2018 08:20 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Bagi seorang pemain sepak bola, setiap pertandingan tak hanya sebagai arena pembuktian kualitas belaka, tapi juga sebagai ajang pembelajaran. Tak terkecuali bagi penjaga gawang klub yang bermarkas di Stadion Sultan Agung, Bantul, PS Tira.

Adalah Andi Ramadhan, kiper muda yang baru genap berumur 21 tahun itu menganggap laga menghadapi Persija Jakarta, Jumat (8/6/2018) lalu adalah pelajaran yang sangat berharga. Dalam laga yang juga merupakan debutnya bersama The Young Warriors, julukan bagi PS Tira itu, Andi memang baru pertama kalinya tampil mengawal gawang PS Tira di ajang sebesar Liga 1.

Menggantikan peran dua kiper lainnya yang tengah dibekap cedera, Syahrul Trisna dan Teguh Amirudin, nasib Andi di laga itu memang kurang beruntung. Betapa tidak, menghadapi tim besar macam Persija, gawang yang dikawal Andi harus bobol sebanyak lima kali.

Dia mengaku dua gol cepat Persija di awal babak pertama yang masing-masin dicetak oleh Vava Mario Yagalo dan Bambang Pamungkas praktis meruntuhkan mental semua pemain. Apalagi dua gol itu berawal dari proses yang sama, yakni memaksimalkan sepakan pojok lewat sundulan Vava Mario Yagalo dan Bambang Pamungkas saat kick-off baru berjalan enam menit.

"Laga semalam [Jumat] adalah debut pertama saya bersama PS Tira. Menjalani debut dan langsung dihadapkan dengan partai melawan Persija memang berat," katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu (9/6/2018).

Selain harus memperbaiki penampilannya di bawah mistar gawang, eks kiper Celebes FC ini harus meningkatkan konsentrasi dan koordinasi dengan pemain belakang PS Tira lainnya. "Saya dapat banyak pelajaran di debut saya. Saya akui di awal menit pertama saya kurang fokus. Ke depan saya harus melakukan perbaikan," ucap kiper asal Palu ini.

Di usianya yang masih sangat muda, jam terbang memang mutlak diperlukan. Menurut Andi, pertandingan menghadapi Persija adalah salah satu laga penting baginya untuk menambah rekam jejak kariernya di dunia sepak bola profesional.

“Bagaimanapun Persija adalah tim besar. Banyak pemain hebat di sana. Pertandingan menghadapi Persija sangat penting untuk menambah pengalaman saya,” ucap dia.

Dia berharap di laga-laga selanjutnya, pelatih PS Tira masih memberikan tempat untuk dia. Pasalnya dia bertekad untuk menjadikan setiap laga adalah pembelajaran, sekaligus pembuktian bahwa dia memang layak ada tim inti.