Jelang Lebaran, 122 Keluarga Miskin di Nanggulan Peroleh Bansos

Camat Nanggulan, Duana Heru (tiga dari kiri) menyerahkan bansos kepada salah satu warga RTM, Minggu (10/6 - 2018).Harian Jogja/Uli Febriarni
11 Juni 2018 14:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kecamatan Nanggulan membagikan bantuan sosial (bansos) kepada 122 rumah tangga miskin (RTM) dengan total bantuan senilai Rp30,5 juta. Ketua Badan Kerjasama Antardesa (BKAD) Nanggulan, Muji Kurniawan, mengungkapkan anggaran bantuan diambil dari sebagian keuntungan BKAD Sejahtera Kecamatan Nanggulan. Bantuan diberikan rutin setiap tahun menjelang Hari Raya Idulfitri. "Bantuan itu untuk membantu kaum kurang mampu dalam merayakan hari raya," kata dia, Minggu (10/6/2018).

Camat Nanggulan, Duana Heru Supriyanta, mengatakan indikator warga kurang mampu atau RTM diambilkan dari data album kemiskinan yang sudah diperbarui. Dari data itu, sebagian besar masuk dalam golongan miskin absolut, terdiri dari manusia lanjut usia (manula) yang sudah tidak bisa diberdayakan lagi. Sangat tergantung pada uluran tangan orang lain. Hanya saja ia mengakui, tidak semua RTM terjangkau bansos, melainkan diambil yang benar-benar membutuhkan dan perwakilan dari tiap dusun.

"Dengan pemberian bantuan ini harapan kami masyarakat tidak usah membeli kue untuk hidangan tamu yang berkunjung ke rumah. Mari hidup sederhana, gunakan uang sehemat mungkin hanya untuk memenuhi kebutuhan utama," kata Duana.

Duana juga terus memberikan motivasi kepada RTM penerima bansos untuk tetap semangat berkarya dan mengubah nasib. Kalau membutuhkan bantuan modal, dipersilakan ke BKAD Kecamatan Nanggulan, mengajukan pinjaman berbunga rendah, yaitu 1,5%. Syaratnya, harus membuat kelompok atau bergabung dengan kelompok yang sudah ada di lingkungannya masing-masing. Selain itu, yang mengajukan pinjaman akan diverifikasi oleh Tim Verifikasi UPK untuk melihat kelayakan besaran pinjaman. "Hindari rentenir karena seolah-olah menolong namun pada akhirnya akan menjerat masyarakat," ucapnya.

Pemerintah Kecamatan Nanggulan hingga kini belum mendengar adanya kasus warga yang terjerat utang pada rentenir, namun jajarannya terus menyuarakan upaya penyadaran kepada warga. Karena rentenir mengambil kesempatan menjerat warga, ketika ada peluang. Semakin banyaknya lembaga resmi yang menawarkan kredit, jelas akan mengurangi rentenir.

Adplus Tokopedia