HB X: Kebersihan Malioboro, Itu hanya Soal Kesadaran

Pelancong menikmati suasana kawasan pedestrian Malioboro, Yogyakarta yang lengang seperti terlihat pada Senin (29/05/2017). - Harian Jogja/Desi Suryanto
13 Juni 2018 13:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Saat libur panjang, termasuk pada libur Lebaran, volume sampah yang dibuang sembarangan di beberapa objek wisata, seperti Malioboro, biasanya meningkat secara signifikan. Ketika menemui wisatawan yang tidak tertib, petugas di lapangan diharapkan langsung memberikan teladan.

Menurut Gubernur DIY Sri Sultan HB X, orang yang berkunjung ke Bumi Mataram saat libur Lebaran nanti berasal dari berbagai daerah, karena itu punya perilaku dan kesadaran berbeda dalam ihwal menjaga kebersihan lingkungan.

"Persoalan sampah itu masalah kesadaran. Bagi saya, yang jaga di sana [objek wisata] enggak harus marah-marah [saat melihat wisatawan buang sampah sembarangan]. Diambil saja lalu buang ke tong sampah. Kalau dilihat [pelancong] kan jadi pakewuh," jelas HB X di Gedung DPRD DIY, akhir pekan lalu.

Sebelumnya HB X juga sempat menyoroti saluran air Malioboro yang kerap menguarkan bau tak sedap akibat sering dijadikan tempat pembuangan sisa makanan.

Ia mengatakan hal ini terjadi karena sasaran pembinaan yang salah. Selama ini yang jadi sasaran adalah para pelayan. Dirinya memaklumi jika masih ada pelayan yang tidak bisa membedakan sampah kering, basah dan berminyak, sehingga tempat pembuangannya tidak dipisah-pisahkan.

Seharusnya, sambung HB X, yang dibina adalah pemilik rumah makan, yang besar kemungkinan punya tingkat pendidikan yang lebih tinggi ketimbang anak buahnya. "Sehingga pembinaan bisa lebih efektif."