17 Desa Wisata di Sleman Siap Sambut Wisatawan

Sejumlah wisatawan bermain bakiak di Desa Wisata Brayut, beberapa waktu lalu. - JIBI
13 Juni 2018 12:15 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Desa wisata di Sleman siap menyambut kunjungan wisatawan selama libur Lebaran. Beberapa desa wisata bahkan sudah mempunyai sarana dan prasarana yang baik seperti homestay.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Sudarningsih, mengatakan selama libur Lebaran 2018 Dispar menargetkan jumlah kunjungan sebanyak 350.000 wisatawan, terhitung mulai Senin (11/6/2018) sampai Rabu (20/6/2018). “Kami juga menargetkan tingkat okupansi hotel meningkat hingga 90 persen,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.

Sudarningsih mengatakan, tidak hanya objek wisata yang sudah populer saja yang menjadi andalan untukl mendatangkan wisatawan. Sejumlah desa wisata juga diharapkan mampu menggaet kunjungan wisatawan. “Sebanyak 17 desa wisata di Sleman sudah siap menyambut wisatawan saat libur Lebaran tahun ini,” katanya.

Menurut Sudarningsih, ada beberapa desa wisata yang sudah mempunyai infrastuktur yang bagus seperti Desa Wisata Kelor dan Desa Wisata Pentingsari. “Mereka punya home stay yang bisa digunakan sebagai tempat tinggal bagi para wisatawan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata Dispar Sleman, Nyoman Rai Savitri, mengatakan tiap tahun desa wisata berkembang di Sleman. Jumlahnya pun bertambah karena semakin banyak desa yang ingin menjadi desa wisata.

Tahun ini, menurut Nyoman Rai Savitri, Dispar Sleman merencanakan ada penambahan empat desa wisata baru di Sleman. Saat ini secara keseluruhan desa wisata di Sleman ada sekitar 36 desa wisata. Desa wisata yang sudah ada di Sleman dilibatkan dalam forum desa wisata. “Mulai dari agenda pameran sampai pelatihan, desa wisata dilibatkan di sana,” katanya.

Menurut Nyoman Rai Savitri, desa wisata diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, tetapi juga bisa menjadi pilihan tempat kunjungan bagi wisatawan. “Saat ini banyak wisatawan yang lebih tertarik berwisata ke desa wisata, apalagi kalau sarana dan prasarananya bagus. Kami terus berupaya agar desa wisata tidak hanya bisa dikunjungi sehari terus pulang, tapi bisa menjadi tempat tinggal,” kata Nyoman Rai Savitri.