Gelombang Pantai Selatan di Atas 3 Meter, Nelayan Diminta Waspada

Ilustrasi gelombang di pantai. - JIBI
13 Juni 2018 07:17 WIB Newswire Gunungkidul Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Laut selatan DIY dilanda gelombang tinggi mencapai 2 hingga 3,5 meter. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta mengimbau para nelayan waspada.

"Diimbau untuk nelayan agar tetap berhati-hati mengingat kondisi gelombang cukup tinggi di pesisir selatan Yogyakarta," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Djoko Budiono, Selasa (12/6/2018).

Menurur Djoko, tinggi gelombang di laut selatan DIY yang diperkirakan bisa mencapai di atas 3 meter itu akibat meningkatnya kecepatan angin di kawasan Samudera Hindia berkisar antara 15-20 knot (27-36 km/jam).

"Hal itu yang kemudian memicu tinggi gelombang di laut selatan menjadi lebih tinggi," kata Djoko.

Meski saat ini musim kemarau, menurut dia, cuaca berawan hingga hujan ringan masih berpotensi terjadi di DIY, khususnya di Kabupaten Sleman bagian utara. Adapun suhu udara minimum di malam hingga pagi hari mencapai 21-23 derajat celcius, dan suhu udara maksimum di siang hari mencapai 31-33 derajat celcius.

"Pada malam hari cuaca berawan dan hujan sangat ringan berpotensi terjadi di Kulonprogo bagian barat," kata dia.

Awal musim kemarau terjadi secara bertahap mulai akhir April lalu dimulai dari bagian timur-selatan Yogyakarta dengan curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian, selanjutnya tengah-barat dan terakhir di utara Yogyakarta.

"Paling awal terutama Gunungkidul bagian timur-selatan, kecuali Kecamatan Gedangsari dan Ngawen bagian utara," kata Djoko.

Selanjutnya, sebagian wilayah Kabupaten Kulonprogo meliputi Temon bagian timur, Kokap bagian timur, Wates, Pengasih, Panjatan, Lendah, Galur, Sentolo, serta Nanggulan. Adapun paling akhir kemarau terjadi di Pakem bagian utara atau kawasan Gunung Merapi.

Sumber : Antara

Adplus Tokopedia