Aktivitas Terminal Jombor Semakin Menurun Jelang Lebaran

Aktivitas di Terminal Jombor, Desa Sinduadi, Mlati pada Senin (14/6/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
14 Juni 2018 16:29 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Aktivitas kedatangan dan keberangkatan terminal Jombor semakin menurun mulai dari H-2 dan H-1 lebaran. Sebelumnya puncak kesibukan kedatangan dan keberangkatan terjadi saat H-5 lebaran atau pada Minggu (10/6/2018).

Berdasarkan data laporan harian Terminal Jombor, pada Selasa (12/6/2018) jumlah kedatangan penumpang sebanyak 1084 penumpang dan keberangkatan mencapai 3064 penumpang. Jumlah itu menurun pada Rabu (13/6/2018) atau H-2 lebaran, jumlah kedatangan penumpang mencapai 885 penumpang, sedangkan keberangkatan mencapai 2608 penumpang.

Staf Pengelola Terminal Jombor Fikri Aulia mengatakan puncak aktivitas terminal paling sibuk terjadi pada H-5 atau pada Minggu (10/6/2018), jumlah kedatangannya mencapai 891 penumpang, sedangkan keberangkatan mencapai 3140 penumpang.

"Pada H-5 itu banyak dari mahasiswa yang mudik, kebanyakan menuju ke Sumatra," ujar Fikri pada Harianjogja.com, Kamis (14/6/2018).

Fikri mengatakan pada H-2 dan H-1 ini tergolong aktivitas seperti hari biasa. "Kebanyakan kalau berangkat juga yang datang itu lokalan, sekitar semarang atau Magelang," katanya.

Menurutnya lonjakan aktivitas bakalan terjadi pada H+4, karena arus balik. Pemudik akan mulai berangkat lagi ke Jakarta atau tempat lainnya, dan tingkat keberangkatan dinilai akan mendominasi.

Pengelola Agen Bus Lestari di Terminal Jombor Gilang Aji mengatakan saat H-5 lebaran atau Minggu (10/6/2018) paling banyak keberangkatan menuju luar Pulau Jawa.

"Banyak yang ke Lampung, Palembang, sedangkan sekarang-sekarang ini paling hanya menuju Magelang, Purworejo, Semarang," katanya pada Harianjogja.com, Kamis (14/6/2018).

Aji mengatakan tarif bus sampai H-1 lebaran masih normal. Menurutnya kenaikan akan terjadi mulai dari H+1 lebaran. "Mulai dari naik Rp20.000 sampai nanti puncak kenaikan harga di tanggal [20/6/2018], bisa mencapai tiga kali lipat," ujarnya.

Menurut Aji, kenaikan harga terjadi karena melonjaknya permintaan keberangkatan menuju Jakarta atau arus balik, sedangkan kedatangan dari Jakarta akan sedikit permintaannya.