Walah, Harga Daging Ayam di Bantul Masih Rp44.000 Per Kg

Salah seorang pedagang ayam di Pasar Imogiri sedang melayani pembeli. Selasa (19/6/2018). - Harian Jogja/David Kurniawan
19 Juni 2018 22:17 WIB David Kurniawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Harga daging sapi dan ayam di pasaran masih belum menunjukan penurunan yang signifikan pascalebaran. Daging ayam masih dipasarkan di kisaran harga Rp42.000-44.000 per kilogram, sedang untuk daging sapi dijual Rp120.000 per kilogram.

Usai lebaran harga-harga kebutuhan pokok di Pasar Imogiri relative stabil. Harga beberapa komoditas yang naik jelang lebaran pun berangsur-angsur turun. Namun demikian, khusus untuk daging sapi dan ayam penurunan masih belum signifikan karena harga jual masih di atas harga normal.

Salah seorang pedagang daging di Pasar Imogiri, Mujinah mengatakan, pada saat lebaran, daging ayam sempat menembus harga Rp50.000 per kilogram.

Hal yang sama juga terjadi pada daging sapi yang biasanya dijual Rp100.000 per kg naik menjadi Rp130.000 per kg. Meski demikian, seiring dengan berakhirnya perayaan Hari Raya Idulfitri, kedua komoditas sudah menunjukan penurunan.

Hanya saja, sambung dia, penurunan belum terlihat signifikan. Daging ayam masih di atas harga normal karena dijual di kisaran Rp42.000-44.000 per kilogram. Sedang untuk daging sapi dijual Rp120.000 per kilogram.

“Masih tinggi. Misalnya untuk daging ayam normalnya di kisaran harga Rp28.000-30.000 per kilogram,” kata Mujinah kepada Harianjogja.com, Selasa (19/6/2018).

Menurut dia, masih tingginya harga daging, khususnya daging ayam terjadi karena beberapa faktor. Selain disebabkan pasokan di pasaran belum stabil, juga dipengaruhi biaya operasional pemotongan yang naik selama lebaran.

Terlebih lagi, kata Mujinah, banyak distributor ayam yang libur berdampak terhadap pasokan di pasaran sehingga berpengaru terhadap harga jual daging. “Harapannya pasokan kembali stabil sehingga harga kembali normal,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang sembako di Pasar Imogiri, Paijem mengatakan untuk harga kebutuhan bahan pokok setelah lebaran relatif stabil. Menurut dia, kondisi ini terjadi karena stok di pasaran yang melimpah sehingga berpengaruh terhadap harga jual.

“Sebelum lebaran, saya juga menyetok karena pada saat hari H banyak distributor yang libur. Jadi dengan menyetok, saya tidak khawatir kekurangan barang dagangan,” katanya.

Ia pun berharap agar satabilitas harga dapat dijaga. Pasalnya, jika terjadi fluktuasi harga tidak hanya merugikan pembeli karena pedagang juga terkena dampaknya. “Mudah-mudahan harga tetap stabil karena pembeli akan senang dan penjual pun ikut tenang,” ungkapnya.