Harga Daging Ayam di Sleman Makin Mahal

Ilustrasi daging ayam. - JIBI
26 Juni 2018 07:50 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman menyebut tingginya harga daging ayam karena kekurangan stok. Saat ini harga daging ayam mencapai Rp42.000 per kilogram.

Kepala Disperindag Sleman Tri Endah Yitnani mengatakan tingginya harga daging ayam di pasaran diperkirakan karena ketidak seimbangan antara penawaran dan permintaan. "Saat ini juga masih musim libur sekolah. Bisa jadi, momentum kumpul keluarga, dimanfaatkan sebagian besar masyarakat untuk memasak masakan yang menggunakan daging," kata dia, Senin (25/6/2018).

Lanjutnya lagi kenaikkan daging ayam terjadi sejak sebelum Lebaran hingga saat ini. Berdasarkan pengamatan tim dari Disperindag Sleman. Selain itu, indikasi lain yang menyebabkan tingginya harga ayam adalah karena anakan ayam juga masih terbatas. Untuk itu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman.

Di sisi lain Endah membenarkan jika harga daging ayam saat ini masih tinggi. Berdasarkan pantauan di beberapa pasar tradisional besar, harga daging ayam berkisar antara Rp 40.000 hingga Rp42.000 per kilogram.

Sebelumnah salah seorang pedagang daging di Pasar Purwomartani, Kalasan, Irmayati mengatakan kenaikkan harga daging ayam sudah terjadi sejak sepekan sebelum Lebaran. Sebelumnya harga daging ayam berkisar Rp35.000-36.0000 per kilogram. Dan sepekan sebelum Lebaran harganya terus naik hingga saat ini harganya mencapai di angka Rp42.000.

"Naik sejak sebelum Lebaran. Dan terus naik sampai sekarang. Kemungkinan harganya masih tetap tinggi sampai akhir bulan ini," kata dia.

Menurutnya kenaikkan harga daging ayam ini karena sepekan setelah Lebaran permintaan daging ayam masih tetap tinggi, sedangkan stok daging ayam sangat terbatas. Hal itu menurutnya menjadi salah satu faktor penyebab harga daging ayam tetap stabil tinggi.

Kendati harganya tinggi, tetapi tidak terlalu berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Karena dalam sehari Irma mampu menjual 50 kilogram daging ayam. Ada pembeli yang belinya tetap dalam jumlah besar. Biasanya untuk dagang. Namun untuk rumah tangga lebih memilih membeli beberapa potong saja.