Jumlah Kecelakaan Mudik Lebaran di Kulonprogo Tahun Ini Menurun, tapi Nilai Kerugian Meningkat

Proses evakuasi mobil Toyota Avansa yang nyaris masuk jurang di Jalan Dipoyono, Tobanan, Pengasih, Rabu (13/6 - 2018).Harian Jogja/Beny Prasetya
28 Juni 2018 05:17 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Kepolisian Resor Kulonprogo mencatat hanya terdapat lima kecelakaan ruas utama Mudik Lebaran 2018 ini. Yakni jalan Jogja Purworejo operasi yang berlangsung dari Jumat (8/6/2018) hingga Minggu (24/6/2018) lalu.

Jumlah itu jauh menurun hampir empat kali lipat dari tahun lalu, yakni dengan jumlah kecelakaan mencapai 19 kejadian. Penurunan itu diduga akibat kepadatan jalur yang lebih lengang.

Kepala Bagian Operasi Kulonprogo, Kompol Sudarmawan menuturkan, selama Ops Ketupat Progo 2018, pihaknya mencatat hanya ada 5  kecelakaan di sepanjang jalur mudik di Kulonprogo. Adapun fakta lainnya ialah adanya korban meninggal di mudik lebaran tahun ini.

"Jumlah kecelakaan menurun drastis. Tahun ini tidak ada korban meninggal dan ada dua korban luka berat dan 10 korban luka ringan," ungkap Sudarmawan, Rabu (27/6/2018).

Lebih lanjut, dirinya menyatakan setidaknya kerugian material akibat lima kejadian kecelakaan iitu juga tergolong kecil, yakni sebesar Rp5,7 juta. Namun jumlah kerugian tersebut  jauh lebih besar ketimbang tahun sebelumnya yang sebesar Rp4 juta saja.

"Tahun lalu satu orang mengalami luka berat dan 37 orang mengalami luka ringan tetapi kerugian lebih kecil yakni sebesar Rp4 juta," katanya

Adapun dalam operasi, pihaknya juga melakukan tindakan 1.681 pengendara yang melanggar aturan. Namun tindakan yang dilakukan hanya sebatas pemasangan janur kuning sebagai peringatan bagi pelanggar dan pengendara lain.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhubungan Kulonprogo, Hera Suwanto menyatakan faktor lengangnya arus mudik 2018 ini juga mempengaruhi pengendara. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya kepadatan kendaraan yang menumpuk di satu waktu juga dapat mengakibatkan pengedara capai dan berisiko mengalami kecelakaan.

"Hanya di simpang, tim patroli memantau lebih lengang, jadi tidak membuat terlalu letih," katanya