Ini Pertimbangan yang Mendasari Malioboro Jadi Bundaran Besar

Ilustrasi Malioboro. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
29 Juni 2018 23:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA-Hasil kajian manajemen lalu lintas di kawasan Malioboro akan diujicobakan sebelum diterapkan. Rencananya manajemen lalu lintas yang akan diterapkan adalah menjadikan Malioboro sebagai bundaran besar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Wirawan Haryo Yudo mengatakan, sejumlah faktor yang juga menjadi pertimbangan dalam menentukan konsep manajemen lalu lintas di Malioboro di antaranya adalah titik-titik pertumbuhan ekonomi di Malioboro. Termasuk bagaimana faktor keamanan dan kenyamanan wisatawan saat berkunjung.

“Ini penting karena arus lalu lintas tidak hanya satu titik tapi juga berhubungan dengan titik jalan lain di wilayah. Yang pasti, kami akan memprioritaskan penggunaan berbagai moda angkutan umum di kawasan Malioboro,” katanya, Rabu (27/6/2018).

Dia menyampaikan, dengan konsep semikawasan untuk pedestrian, otomatis kendaraan bermotor yang melintas di Malioboro dibatasi, kecuali prioritas untuk kendaraan umum. Namun kepastian kendaraan yang dibatasi menunggu kebijakan dari Pemda DIY. Dia menegaskan dalam penataan lalu lintas semi pedestrian Malioboro juga akan mempertimbangkan pergerakan lalu lintas di kawasan itu.

“Kami menunggu koordinasi DIY mau uji coba akan dimulai. Yang jelas rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk mendukung Malioboro sebagai semi pedestrian. Mungkin setelah semua penataan fisik di Malioboro selesai,” terangnya.

Penataan fisik di Malioboro pada 2018 masih menyelesaikan pedestrian sisi barat dan pembangunan sentra pedagang kaki lima di gedung eks Bioskop Indra. Pemda DIY merencanakan semi pedestrian Malioboro dapat diterapkan pada 2019 mendatang.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia