SOSOK: Pensiun PNS, Eko Yuwono Punya Cara Unik untuk Bersyukur

Eko Yuwono. - Harian Jogja/I Ketut Sawitra Mustika
01 Juli 2018 07:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Ada-ada saja cara orang mengungkap rasa syukurnya. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh pegawai negeri sipil (PNS) yang satu ini.

Resmi pensiun per 1 Juli mendatang, Eko Yuwono, nama lengkapnya, bertekat menyumbangkan seluruh gaji terakhirnya ke Masjid Sulthoni, kompleks Kepatihan. Jumlahnya memang tak fantastis, tak lebih dari Rp1,8 juta, tapi itulah caranya mensyukuri kesempatan yang sudah diberikan untuk mencari penghidupan selama ini.

Rekam jejak Eko di lingkungan Pemda DIY tidaklah singkat. Dunianya di Kepatihan berawal dari pegawai honorer pada 1991. Awalnya dia bertugas di Biro Umum dan Protokol Setda DIY. Beberapa tahun kemudian, ia langsung ditempatkan di Satuan Polisi Pamong Praja sampai pensiun.
Jadi sudah 17 tahun, saya wira-wiri dari Kepatihan ke rumah saya di Bausasran,” ucap dia saat ditemui di kompleks Kepatihan, Kamis (28/6/2018).

Soal sumbangan gaji terakhir, awalnya Eko mengaku tak ada rencana untuk melakukan hal itu. Ia baru merasa tergugah untuk melakukannya saat seorang pendakwah menyindir pegawai di Kepatihan pelit-pelit.
Saat ceramah, pendakwah itu memerintahkan untuk memeriksa jumlah infak yang terkumpul di Masjid Sulthoni.

Ternyata, setelah selesai dihitung, jumlahnya dianggap terlalu sedikit jika dibandingkan dengan jemaah yang sehari-hari bersembahyang di tempat itu. "Nyumbangnya Rp2.000, Rp1.000 gitu. Jadi disindir [oleh pendakwahnya] orang [Pemerintah] Provinsi pelit-pelit," kata Eko saat menceritakan bagaimana ceramah si pendakwah tersebut.

Setelah kejadian itu, Eko memantapkan diri untuk menyumbangkan uangnya dalam jumlah yang cukup kepada masjid. Ia juga mendapatkan dukungan penuh dari sang istri yang selama ini menjalankan usaha video shooting.

Selain karena tergerak oleh pencerahan si pendakwah, Eko menyumbangkan seluruh gaji terakhirnya sebagai bentuk rasa syukur, sebab ia telah diberikan kesempatan untuk mengabdi dan mencari rezeki selama 17 tahun di lingkungan Pemda DIY.

"Saya sudah mantap nyumbangin semua gaji. Walau teman-teman saya sudah minta traktiran karena pada tanggal 30 [Juni] ini saya berulang tahun," kata bapak dua anak ini.

Rencananya, dengan uang sebanyak Rp600.000, ia berencana memborong satu gerobak penuh es krim dan meminta pedagangnya datang ke kantor Satpol PP DIY. "Dulu kadang saya bawakan sepuluh es krim. Sekarang karena sudah pensiun, saya bawain sebanyak satu gerobak," ujar Eko yang mengaku pengin ikut bisnis payment point online bank (PPOB) setelah resmi pensiun itu.