Houthi Serang Kilang Minyak Aramco, Arab Saudi Hadapi Ancaman Baru
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Ilustrasi mahasiswa/Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengakui rendahnya kesadaran menerapkan standardisasi produk baik di level perguruan tinggi maupun industri. Dari ribuan kampus di Indonesia, baru ada dua yang secara mandiri berani membuka SNI Corner sebagai salah satu fasilitas mendukung dosen dan mahasiswa mendapatkan pengetahuan tentang standardisasi.
Kedua kampus tersebut adalah Universitas Islam Indonesia (UII) yang secara resmi membuka SNI Corner pada Senin (2/7/2018) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang akan dibuka pada Selasa (3/7/2018) atau hari ini.
Kepala BSN Profesor Bambang Prasetya menjelaskan, program SNI Corner mulai digulirkan sejak 2013, hingga saat ini sudah ada 26 unit yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Namun puluhan unit tersebut sepenuhnya diadakan oleh BSN melalui APBN.
Hingga saat ini hanya ada dua kampus di Indonesia yang berani membuka SNI Corner secara mandiri dengan anggaran kampus sendiri tanpa sokongan BSN, keduanya adalah UGM dan UII. BSN berusaha mendorong kampus lain untuk mampu menyediakan secara mandiri, sehingga BSN dapat lebih fokus dalam menyiapkan konten dari corner tersebut.
Bambang mengakui, berdasarkan pengamatannya, tingkat kesadaran terhadap standardisasi di Indonesia masih rendah, tidak hanya terjadi di kalangan perusahan tetapi juga perguruan tinggi. Fakta ini harus didorong terutama para akademisi harus lebih melek dan bersedia belajar tentang standar. Mengingat, berbagai bentuk produk fisik hingga manajemen saat ini menuntut adanya standardisasi di skala nasional dan internasional.
“Mahasiswa dan dosen harus melek terhadap standardisasi, kalau sudah mulai melek maka perlahan akan mempelajari apa itu standar. Jangan seperti sekarang, kesadaran standardisasi masih rendah, kami berharap jangan sampai sudah mengembangkan produk capek-capek tetapi enggak lolos standar karena tidak paham apa itu standardisasi,” jelasnya saat di UII, Senin (2/7/2018).
Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN Zakiyah mengatakan, manfaat status standar terhadap suatu produk maupun hasil penelitian sangat besar karena dapat diakui di pasar. Keberadaan corner dapat mengantarkan mahasiswa dan dosen lebih berdaya saing. Apalagi di dalamnya terdapat berbagai referensi terkait kebijakan internasional tentang standardisasi sehingga setiap produk bisa diupayakan memiliki standar yang dipersiapkan sejak awal.
“Standardisasi bisa dilakukan untuk berbagai hal, mulai dari ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh universitas. Dengan difasilitasi SNI Corner tentu akan lebih memahami standar, kami berharap ini [SNI Corner] bisa menjadi penelitian mahasiswa juga,” kata dia.
Rektor UII Fathul Wahid mengakui kesadaran dosen dan mahasiswa terhadap standar tergolong masih rendah. Keberadaan SNI Corner yang dibentuk UII secara mandiri sebagai salah satu fasilitas mendorong akademisi untuk lebih sadar betapa pentingnya standar di era yang serba berubah ini.
Oleh karena itu, BSN akan mendorong dosen dan mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas tersebut yang menyediakan banyak referensi tentang standardisasi. “Kesadaran terhadap ini [standar] masih minim, pengetahuan dosen dan mahasiswa soal ini juga terbatas, sehingga SNI Corner ini akan menjadi rujukan sebagai akses informasi,” kata dia.
SNI Corner berada di Perpustakaan Kampus Terpadu UII dengan menyediakan fasilitas komputer yang dapat diakses berisi banyak referensi tentang standardisasi serta berbagai referensi fisik lainnya baik dari dalam maupun luar negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas