Bantu Warga Menoreh, Unriyo Pasang Lampu di Kebun Teh Nglinggo

Ketua Desa Wisata Nglinggo, Teguh Kumoro, menapaki jalan setapak yang dibuat dari kayu di kebun teh Nglinggo, Selasa (24/4 - 2018).Harian Jogja/Beny Prasetya
09 Juli 2018 14:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kalangan akademisi dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) membantu penerangan di objek wisata Kebun Teh Nglinggo, Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh. Sebanyak 10 unit lampu yang diserahkan bertenaga Matahari.

Ketua Pelaksana Program Pengabdian Masyarakat Unriyo, Evrita Lusiana Utari, menyatakan bantuan lampu penerangan merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Dari hasil observasi pada 2017, Dusun Nglinggo dinilai kekurangan penerangan jalan, sehingga Unriyo berupaya membantu dengan mengajukan dana hibah ke Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Di awal 2018, Unriyo menerima dana hibah Rp40 juta yang kemudian digunakan untuk pengadaan 10 unit lampu tenaga surya atau solar panel. Jenis lampu tersebut dipilih lantaran menggunakan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Penerapan dan penggunaan solar panel tidak akan merepotkan masyarakat setempat karena perawatannya terbilang mudah. Lampu ini hanya perlu dibersihkan dari debu dalam kurun waktu satu atau dua bulan sekali. Selain itu, aki bisa bertahan hingga lima tahun sedangkan usia solar panelnya mencapai 30 tahun.

"Titik-titik pemasangan lampu tadi ditentukan atas permintaan masyarakat. Tujuh dari 10 lampu dipasang untuk menerangi jalan umum, tiga lainnya digunakan sebagai penerangan tempat-tempat pertemuan," kata dia, Sabtu (7/7/2018).

Evrita menambahkan bantuan tersebut akan dievaluasi untuk dilihat kemanfaatannya dan kemampuan warga setempat dalam menjaga alat tersebut. Apabila warga dapat menjaganya, Unriyo akan menambah bantuan.

Camat Samigaluh, Triyanto Raharjo, mengatakan sebelumnya Nglinggo merupakan perkebunan teh yang bertujuan untuk menghasilkan panen. Namun perkebunan ini berkembang menjadi tempat wisata. Triyanto menambahkan selama ini cukup banyak wisatawan yang menginap di homestay yang ada di dusun setempat, namun tidak bisa menikmati suasana malam di sana karena tidak ada penerangan memadai. "Penerangan yang semula tidak terpikirkan menjadi dibutuhkan. Kami sudah berupaya mengajukan penambahan jaringan listrik ke PLN namun belum ditindaklanjuti,” katanya.

Bantuan penerangan yang diberikan Unriyo seolah menjawab kebutuhan warga. Triyanto berjanji akan ikut merawat solar panel yang diberikan Unriyo agar keberadaannya bisa bermanfaat dalam jangka panjang. Manajer Pusat Pengelolaan Teh Menoreh, Sukohadi, mengaku sangat terbantu mengingat selama ini desa wisata yang dikelolanya butuh penerangan jalan.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia