Ini Dia Penyebab Adanya Sekolah di Gunungkidul yang Kekurangan Siswa

Sejumlah orang tua siswa memantau penerimaan peserta didik baru, di SMPN 1 Wonosari, Jumat (6/7/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
10 Juli 2018 17:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemahaman masyarakat terkait dengan sistem zonasi yang masih kurang dinilai menjadi salah satu penyebab kurang meratanya distribusi siswa yang masuk SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rasyid tidak memungkiri masih banyak orang tua yang menganggap masih adanya sekolah favorit, dan sekolah tidak favorit. Bahron mengatakan pada dasarnya semua sekolah di Gunungkidul sama saja, baik dari segi fasilitasnya maupun dari gurunya.

Dengan sistem zonasi itulah menurut dia bisa mengurangi bahkan menghilangkan kasta atau strata di dunia pendidikan. “Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online dengan zonasi sepertinya belum atau kurang dipahami. Ya masih banyak menilai beberapa sekolah itu adalah favorit. Padahal tujuan zonasi kan agar tidak ada ketimpangan,” kata dia, Selasa (10/7).

Selain itu, kurangnya siswa di beberapa sekolah, khususnya jenjang SMP, menurut dia juga disebabkan lantaran jumlah lulusan SD lebih sedikit dibanding kuota SMP yang ada. Adapun untuk lulusan siswa SD saat ini di Gunungkidul ada 9.222 siswa sementara kuota yang ada untuk SMP/MTS ada 11.700.

Disinggung soal regrouping, menurut Bahron perlu dikaji lebih dalam lagi. “Ya perlu pengkajian yang dalam untuk masalah regrouping, karena memang jaraknya sekolah untuk tingkat SMP saling berjauhan kecuali yang di kota,” ucap dia.

Bahron juga mengatakan selama kuota sekolah belum penuh, masih dapat menerima siswa. Selain itu program retrieval untuk mendorong anak-anak yang putus sekolah, dapat kembali bersekolah dan mengisi sekolah yang masih kekurangan siswa.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Gunungkidul Kisworo mengatakan untuk sekolah yang berlokasi di pinggiran memang kuota yang disediakan beberapa sekolah tidak terpenuhi. “Seperti SMPN 4 Patuk, SMPN 4 Nglipar, SMPN 1 Gedangsari, SMPN 3 Tepus dan SMAN 5 Panggang. Tidak begitu banyak sebenarnya kekurangannya. Dari kuota 128, pendaftarnya 99 seperti itu contohnya,” kata Kisworo.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia