Usung Obah Owah, Kontingen Kulonprogo Juarai Festival Olahraga Tradisional 2018

Kontingen Kulonprogo saat berlatih membawakan olahraga tradisional Obah Owah, beberapa waktu lalu. Harian Jogja/Beny Prasetya
10 Juli 2018 14:15 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kontingen Olahraga Tradisional dari Kulonprogo berhasil menjadi juara di ajang Festival Olahraga Tradisional tingkat nasional yang digelar di Jambi, 6-9 Juli 2018. Menjadi duta DIY, tim dari Kulonprogo mengusung permainan tradisional Obah Owah. Ddi ajang perlombaan yang digelar, kontingen yang beranggotakan 20 orang ini berhasil meraih angka 62,9, mengalahkan 19 kontingen lainnya.

Ketua Kontingen Kulonprogo, Joko Mursito, menyatakan gelar juara yang diraih sangat menggembirakan dan membanggakan. Obah Owah yang dulunya merupakan permainan tradisional diubah menjadi olahraga dan akhirnya menjadi juara. "Sangat membanggakan. Dari jatah waktu penyajian selama 15 menit, kami hanya membutuhkan waktu sekitar 12,5 menit," katanya, Selasa (10/7/2018).

Joko Mursito menyatakan setelah kembali ke DIY, jajarannya bakal memperkenalkan olahraga tradisional ini kepada masyarakat umum, baik di Kulonprogo maupun DIY secara luas. "Menjadi tanggung jawaban kami untuk mengenalkan olahraga tradisional ini kepada masyarakat," kata Joko.

Salah satu pemain Obah Owah, Rumekar Ageng Pembayun, 20, mengaku sangat bangga menjadi bagian dari kontingen DIY yang akhirnya meraih gelar juara. "Selanjutnya tinggal memperkenalkan olahraga tradisional ini kepada masyarakat secara luas," katanya.

Di ajang yang sama yang digelar 2016, kontingen asal Kulonprogo juga mampu menyabet gelar juara. Bahkan gengan mengusung permainan Ngelarak Blarak, kontingen Kulonprogo menjadi juara di ajang festival olahraga tradisional untuk tingkat Internasional.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia